-
Kelompok Perlawanan Irak Desak Respons atas Serangan Saudi; “Diplomasi terhadap Al-Saud Tidak Berguna”
Di tengah meningkatnya kemarahan faksi-faksi perlawanan Irak atas serangan terbaru Arab Saudi terhadap posisi Hashd al-Shaabi, Sekretaris Jenderal Gerakan Nujaba menegaskan bahwa “diplomasi terhadap Al-Saud tidak berguna” dan menyerukan respons tegas atas serangan tersebut. Sikap ini mencerminkan tekad kelompok-kelompok perlawanan untuk menghadapi setiap agresi terhadap kedaulatan Irak.
-
300 Anak Gugur dalam 300 Hari Gencatan Senjata di Gaza
UNICEF mengumumkan bahwa “dalam 300 hari sejak dimulainya gencatan senjata, sedikitnya 300 anak di Gaza telah tewas.”
-
Anggota Kerangka Koordinasi Irak:
Proyek Penyerahan Senjata adalah Skema Amerika-Zionis untuk Mengganggu Keamanan Irak
Ali al-Zubaidi, salah satu anggota Kerangka Koordinasi Irak, menegaskan bahwa rencana monopoli senjata di tangan negara harus mencakup seluruh formasi bersenjata, termasuk Peshmerga dan Garda Niniwe. Ia mengatakan, senjata Hashd al-Shaabi tidak dapat dianggap berada di luar otoritas negara, karena lembaga ini merupakan institusi keamanan resmi yang tunduk pada perintah Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata.
-
Serangan Rezim Zionis di Lebanon Selatan Meningkat; dari Gempuran Artileri hingga Kebakaran Besar
Rezim Zionis, dalam kelanjutan agresinya ke Lebanon selatan, menargetkan sejumlah wilayah dengan serangan artileri dan udara. Rezim ini juga melakukan infiltrasi darat, menghancurkan rumah-rumah warga, serta memicu kebakaran besar di kawasan hutan. Situasi tersebut semakin meningkatkan ketegangan di wilayah perbatasan. Pada saat yang sama, tim pertahanan sipil dikerahkan untuk mengendalikan kebakaran.
-
Amir Jahanshahi: Musuh Telah Berlutut di Hadapan Kehendak Bangsa Iran
Komandan Angkatan Darat mengatakan: Musuh telah berlutut di hadapan kehendak angkatan bersenjata dan bangsa Iran.
-
Amoli Larijani: Iran Tidak Akan Mundur dari Selat Hormuz dengan Harga Berapa Pun
Ketua Majelis Pertimbangan Kebijakan Sistem menekankan: Republik Islam Iran tidak akan mundur dari Selat Hormuz dengan harga berapa pun, dan Selat Hormuz tidak akan kembali ke kondisi sebelumnya.
-
Setiap Rencana yang Melanggar Kedaulatan Iran di Selat Hormuz Tidak Akan Diterima
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Islam menekankan: Setiap rencana dan pernyataan yang melanggar kedaulatan dan manajemen Republik Islam Iran di Selat Hormuz, tidak akan diterima oleh Republik Islam Iran.
-
Perwira Saudi Tewas dan Terluka dalam Serangan Ansarullah ke «Mokha»
Beberapa sumber melaporkan tewas dan lukanya sejumlah perwira Saudi selama serangan Ansarullah ke «Mokha».
-
Kesepakatan Damaskus dan Moskow tentang Masa Depan Dua Pangkalan Rusia
Kementerian Luar Negeri rezim Julani mengumumkan bahwa Damaskus dan Moskow telah mencapai nota kesepahaman yang menentukan masa depan dua pangkalan Rusia.
-
Pernyataan Keras Organisasi Mobilisasi Rakyat Irak dan Dukungan untuk Faleh al-Fayyad
Organisasi Mobilisasi Rakyat (Hashd al-Shaabi) Irak menyebut tuduhan yang dilontarkan terhadap ketua organisasi ini sebagai fitnah dan dengan menekankan bahwa perintah kewaspadaan dan kesiapsiagaan telah dikeluarkan sebelum serangan, mengumumkan penuntutan hukum terhadap penyebar isu.
-
Penolakan Netanyahu terhadap Rencana Perdamaian Gaza dan Pembentukan Negara Palestina Merdeka
Perdana Menteri rezim Zionis, dengan menolak rencana 15 pasal yang diajukan oleh Dewan Perdamaian Gaza, mengklaim: selama saya menjadi perdana menteri, negara Palestina tidak akan terbentuk.
-
Klaim Wall Street Journal: Trump Ingin Mengakhiri Konfrontasi dengan Iran
Surat kabar The Wall Street Journal mengutip pejabat Amerika mengklaim: Trump ingin mengakhiri konfrontasi dengan Iran dan mendeklarasikan kemenangan atas negara ini tanpa mencapai kesepakatan nuklir.
-
Moscow: Perdana Menteri Jepang Tidak Berani Menyebut AS dalam Pengeboman Atom
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa Sanae Takaichi tidak berani mengatakan siapa yang menjatuhkan bom atom di negaranya 81 tahun lalu.
-
Rosatom Mulai Mengembalikan Spesialis ke Pembangkit Nuklir Bushehr
Direktur Jenderal perusahaan negara Rosatom mengatakan bahwa perusahaan telah mulai mengembalikan spesialis ke lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr di Iran.
-
Arba’in: Dari Salah Satu Perkumpulan Manusia Terbesar hingga Pentingnya Membangun Narasi Global
Seorang pemikir Mesir menyebut Arba’in Imam Husain a.s. sebagai salah satu fenomena kemanusiaan dan peradaban terbesar di dunia. Ia menekankan pentingnya menghadirkan peristiwa ini secara profesional di media internasional dan menyerukan agar Arba’in diubah menjadi proyek media global.
-
Akademisi Institut Imam Khomeini kepada ABNA:
Hukum Internasional Tidak Bisa Memberi Kekebalan kepada Pelaku Terorisme Negara
Seorang anggota dewan akademik Institut Pendidikan dan Riset Imam Khomeini r.h. menegaskan bahwa penuntutan darah merupakan hak dasar bangsa-bangsa. Hak ini, menurutnya, dapat dijalankan melalui prinsip-prinsip yang sudah dikenal, seperti hak membela diri yang sah, perlawanan terhadap terorisme negara, tindakan balasan, asas pembalasan setimpal, serta hak memperoleh peradilan yang adil.
-
CNN: Para Komandan Senior Militer AS Mencari Jalan Keluar dari Perang dengan Iran
Stasiun televisi Amerika, CNN, mengutip sejumlah sumber yang mengetahui masalah ini, melaporkan bahwa para komandan senior militer Amerika Serikat tengah mencari jalan untuk mengakhiri perang dengan Iran. Mereka disebut menginginkan skenario yang memungkinkan Washington keluar dari perang setelah enam bulan konflik, tanpa kehilangan muka, sekaligus mencegah eskalasi lebih lanjut. Menurut laporan tersebut, Ketua Kepala Staf Gabungan Militer AS juga menilai bahwa sejumlah opsi militer justru dapat berbalik merugikan Washington. Ia juga meyakini bahwa kekuatan udara saja kemungkinan besar tidak akan mampu mewujudkan tujuan-tujuan yang telah diumumkan Donald Trump.
-
Tugas Insan Media Perlawanan di Tengah Kabut Gencatan Senjata di Atas Kertas; Mengapa Gaza Tidak Lagi Menjadi Berita Utama Media Dunia?
Sayangnya, seperti tiga tahun terakhir, Gaza tidak lagi berada di puncak agenda dan pemberitaan media. Banyak media dunia kini sibuk dengan berbagai isu lain. Dalam situasi seperti ini, front media perlawanan harus menjadi pelopor gerakan untuk mengembalikan isu Palestina dan Gaza ke deretan berita terpenting dunia.
-
Rezim Zionis Hentikan Operasi Pembunuhan di Gaza di Bawah Tekanan AS; Perbedaan Sikap soal Pelucutan Senjata Hamas Masih Berlanjut
Di tengah laporan media-media Ibrani mengenai penghentian sementara operasi pembunuhan terarah di Jalur Gaza akibat tekanan Amerika Serikat, perbedaan sikap terkait jadwal penarikan pasukan Israel dan isu pelucutan senjata Hamas masih menjadi hambatan utama bagi pelaksanaan penuh kesepahaman Kairo.
-
Pasar Global Menunggu Hasil Perundingan Iran; Minyak, Emas, dan Bursa Bereaksi terhadap Perkembangan Hormuz
Pasar global tengah menanti hasil perundingan terkait Iran dan kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz. Di tengah situasi tersebut, harga minyak dan emas bergerak naik, sementara pasar saham mengalami pergerakan beragam akibat perkembangan geopolitik di Timur Tengah.
-
Analis Zionis: Hizbullah Berupaya Mengubah Aturan Konfrontasi; Militer Israel Hadapi Tantangan yang Kian Besar
Seorang analis militer surat kabar Maariv, merujuk pada tewasnya dua tentara Zionis di Lebanon selatan, mengklaim bahwa Hizbullah tengah berupaya mengubah aturan pertempuran di lapangan dan bergerak ke arah perang gerilya. Menurutnya, perkembangan ini membuat militer rezim Zionis menghadapi tantangan keamanan dan operasional baru.
-
Pelanggaran Gencatan Senjata di Gaza Terus Berlanjut; Serangan Militer Israel ke Berbagai Wilayah Jalur Gaza Masih Terjadi
Di tengah berlanjutnya pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata, pasukan militer rezim Zionis kembali menargetkan wilayah-wilayah tempat pengungsian warga di berbagai kawasan Jalur Gaza melalui tembakan, serangan artileri, dan pergerakan militer.
-
Israel Hayom Ungkap Konsultasi Rahasia Tel Aviv dan Sejumlah Negara Teluk untuk Membuat Jalur Alternatif Hormuz
Surat kabar berbahasa Ibrani, Israel Hayom, mengklaim bahwa dalam beberapa pekan terakhir rezim Zionis, bersama sejumlah negara Arab Teluk dan dengan keterlibatan Amerika Serikat, telah memulai pembicaraan rahasia untuk membuat jalur alternatif pengiriman minyak dan gas ke pasar global. Tujuannya adalah mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb.
-
Dari Telegram hingga Pangkalan Militer: Pola Baru Iran Menembus Intelijen Rezim Zionis
Berdasarkan data yang dirilis Shin Bet dan media-media rezim Zionis, jumlah kasus terkait spionase untuk Iran dalam dua tahun terakhir meningkat secara signifikan.
-
Araghchi: Kesepakatan dengan Oman Sudah Dekat / Bantahan atas Porsi 11 Persen Iran di Laut Kaspia
Menteri Luar Negeri negara kita terkait dengan pembukaan Selat Hormuz menyatakan: "Negosiasi dengan Oman sedang berlangsung dan kami sangat dekat dengan kesepakatan, tetapi pembukaan Selat Hormuz bergantung pada kondisi lain."
-
Juru Bicara IRGC: Media Hari Ini adalah Bagian dari Mekanisme Perang
Bandar Abbas – Juru bicara Korps Pengawal Revolusi Islam menyatakan: "Media menyampaikan realitas, tetapi pada saat yang sama mereka juga menciptakan realitas dan membentuk persepsi, dan hari ini mereka adalah bagian dari mekanisme perang."
-
Bentrokan Sengit di Selatan Idlib; 3 Tentara Suriah Tewas dan Terluka di Deir ez-Zor
Sumber-sumber berita melaporkan bentrokan sengit di Idlib di barat laut Suriah, serta tewas dan lukanya tiga tentara militer "Jolani" di Deir ez-Zor di timur Suriah.
-
Hizbullah: Dukungan AS terhadap Israel adalah Faktor Utama Kelanjutan Agresi di Kawasan
Perwakilan faksi Hizbullah di parlemen Lebanon menekankan bahwa dukungan pemerintah AS terhadap rezim Israel adalah faktor kunci dalam kelanjutan agresi di kawasan.
-
Insiden Maritim Lain di Lepas Pantai Oman
Organisasi Operasi Perdagangan Maritim Inggris melaporkan terjadinya insiden di 18 mil laut sebelah timur Khasab di Oman.
-
Turki: Kesepakatan Mekkah Tidak Melawan Iran atau Negara Lain Manapun
Wakil presiden Turki menekankan bahwa kesepakatan yang ditandatangani dengan Riyadh dan Islamabad tidak ditujukan terhadap negara mana pun.