Masyarakat Iran yang cerdas, meskipun menghadapi berbagai persoalan ekonomi dan penghidupan, tidak pernah meninggalkan sistem (negara), dan melalui aksi-aksi unjuk rasa mereka kembali menegaskan keberlanjutan dan eksistensi sistem suci Republik Islam Iran.
Zainab Farhat, aktivis media asal Lebanon, dalam wawancara dengan Kantor Berita ABNA, menegaskan terkait kerusuhan terbaru bahwa proyek destabilisasi internal Iran merupakan proyek lama yang berulang kali dijalankan oleh Amerika Serikat dan Israel dengan menghabiskan ratusan juta dolar.
Ali Heydari, pakar isu-isu Turki, dalam wawancara dengan ABNA mengatakan: Israel berupaya menciptakan sabuk pembatas terhadap Turki dan mencegah keterhubungan wilayah barat Turki dengan Afrika dan Eropa serta pemanfaatan sumber daya besar Mediterania.