-
Dalam Pesan Memperingati Hari Perjuangan Melawan Arogansi Global:
melayaniPemimpin Revolusi Islam Iran: Mereka yang Masih Berharap pada Perubahan Sikap Sistem Dominasi Telah Melakukan Kesalahan Besar
Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam dalam pesannya memperingati Hari Nasional Perjuangan Melawan Arogansi Global menegaskan, “Jika masih ada orang-orang yang menyimpan sedikit harapan terhadap…
Berita terbaru
-
Dalam Pesan Memperingati Hari Perjuangan Melawan Arogansi Global:
melayaniPemimpin Revolusi Islam Iran: Mereka yang Masih Berharap pada Perubahan Sikap Sistem Dominasi Telah Melakukan Kesalahan Besar
Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam dalam pesannya memperingati Hari Nasional Perjuangan Melawan Arogansi Global menegaskan, “Jika masih ada orang-orang yang menyimpan sedikit harapan terhadap perubahan perilaku atau pergantian partai dan faksi dalam sistem dominasi, atau mengira bahwa dengan memberikan konsesi kepada Amerika Serikat mereka dapat menghentikan permusuhan negara itu terhadap bangsa Iran, maka mereka telah melakukan kesalahan besar.”
-
Survei di Lebanon Ungkap Sikap Tegas Komunitas Syiah:
melayaniDukungan Kuat terhadap Peran Penangkalan Senjata Perlawanan dan Kesiapan Memilih Daftar Kandidat Pendukung Perlawanan
Meskipun menghadapi tekanan ekonomi dan agresi rezim Zionis, dukungan komunitas Syiah Lebanon terhadap gerakan perlawanan tetap kuat. Sekitar 85 persen responden memandang senjata perlawanan sebagai kekuatan penangkal terhadap pendudukan.
-
Mengulas Kembali Pesan-Pesan Terakhir Pemimpin Revolusi yang Syahid;
melayaniBagian Ketujuh: Menuntut Pertanggungjawaban Hukum Para Penjahat Perang!
Penuntutan hukum terhadap kejahatan para penjahat perang melalui pengadilan nasional dan internasional merupakan salah satu penekanan Pemimpin Revolusi Islam yang Syahid dalam pertemuan terakhirnya dengan para pejabat lembaga peradilan pada 1404 H.S. (2025). Persoalan tersebut kembali ditekankan dalam pesan Pemimpin Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei, dalam rangka memperingati Hari Kehakiman pada 1405 H.S. (2026).
-
melayaniUlama Sunni Kecam Vonis Pengadilan Kuwait terhadap Ulama Syiah, Peringatkan Dampaknya terhadap Perpecahan Umat
Gelombang kecaman terhadap putusan Pengadilan Pidana Kuwait yang menjatuhkan hukuman mati kepada Ayatullah Syeikh Hussein Matouq, seorang ulama Syiah Kuwait, terus berlanjut. Sejumlah ulama Sunni turut mengecam keputusan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan zalim dan bermotif politik yang bertujuan melemahkan persatuan Islam serta gerakan perlawanan. Mereka juga menyerukan pembatalan putusan tersebut.
-
Laporan Media Amerika tentang Rincian Potensi Konfrontasi Mendatang:
melayaniBagaimana Perang Baru Amerika Serikat Melawan Iran Akan Berlangsung?
Di tengah kenyataan bahwa perang yang dilancarkan Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap Iran delapan bulan lalu gagal mencapai tujuan yang diinginkan Washington dan Tel Aviv, Donald Trump dan Benjamin Netanyahu kembali berbicara mengenai kemungkinan serangan terhadap Iran.
-
melayaniWali Kota New York: Perubahan politik Amerika baru saja dimulai
Wali Kota New York dengan menyoroti kekalahan Partai Republik dalam pemilu kongres mengatakan jalan perubahan baru baru saja dimulai.
-
melayaniIlhan Omar, anggota Dewan Demokrat Minnesota, menang dalam pemilu
Ilhan Omar, anggota Dewan Muslim dari Partai Demokrat, dengan mengalahkan rival Republiknya dalam pemilu distrik kelima negara bagian Minnesota, masuk ke Dewan Perwakilan Rakyat Amerika untuk periode kelima.
-
melayaniPengakuan Trump: Perang terhadap Iran adalah salah satu faktor kekalahan dalam pemilu
Presiden Amerika mengakui pengaruh hasutan perang terhadap Iran pada kekalahan Partai Republik dalam pemilu di negara ini.
-
melayaniKlaim baru rezim Jolani terhadap Hizbullah Lebanon
Kementerian Dalam Negeri rezim teroris Abu Muhammad Jolani mengklaim telah menggagalkan rencana teroris sebuah sel yang terkait dengan Hizbullah untuk menargetkan kilang Homs.
-
melayaniMayoritas Senat Amerika jatuh ke tangan Demokrat
Dengan meraih kemenangan baru di negara bagian penting Amerika, mayoritas Senat negara ini jatuh ke tangan Demokrat.