Menurut kantor berita ABNA yang mengutip Russia Today, Bernie Sanders, senator AS, bereaksi terhadap unggahan Donald Trump, Presiden AS, di mana Trump mengusulkan setelah AS "menguasai" Selat Hormuz yang strategis, nama selat tersebut diubah menjadi "Selat Trump."
Sanders menulis dalam unggahan di platform "X": "Tidak, Tn. Trump, rakyat Amerika tidak ingin Anda menamai Selat Hormuz dengan nama Anda sendiri... Mereka ingin Anda menghentikan perang ilegal Anda di Iran; perang yang telah mendorong harga solar menjadi $5,69 per galon dan bensin menjadi $4,12 per galon... Anda adalah presiden, bukan raja gila—jadi bersikaplah sebagaimana mestinya."
Trump sebelumnya menulis di platform "Truth Social": "Sekarang setelah Selat Hormuz berada di bawah kendali Amerika Serikat, haruskah kita mengubah namanya menjadi Selat Trump?"
Meskipun Donald Trump berulang kali mengklaim telah menguasai Selat Hormuz, informasi dari kalangan internasional menunjukkan bahwa Iran masih memiliki kendali penuh atas selat strategis ini dan navigasi di selat tersebut dilakukan sesuai dengan protokol keamanan Iran. Berdasarkan data pelayaran awal yang dirilis hari ini Kamis, 6 kapal barang melintasi Selat Hormuz kemarin, yang merupakan penurunan dibandingkan 11 kapal pada hari sebelumnya dan jauh di bawah rata-rata sepuluh hari yaitu sekitar 13 kapal.
Komentar Anda