-
Taliban: Kami Tidak Akan Biarkan Wilayah Afganistan Digunakan Melawan Negara Lain
Seorang pejabat senior pemerintah Taliban menyatakan bahwa mereka tidak akan membiarkan wilayah Afganistan digunakan melawan negara-negara lain.
-
Pejabat Rusia Sebut Klaim Cinta Damai Pejabat Eropa Kosong
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia menyebut seruan Uni Eropa untuk perdamaian sebagai "omong kosong belaka".
-
Kritik yang Semakin Meningkat terhadap Hegseth Pasca Krisis di Pentagon
Menteri Pertahanan AS menghadapi kritik yang semakin meningkat mengenai manajemen yang tidak efektif dan keputusan-keputusan kontroversial, menyusul eskalasi ketegangan dan meningkatnya perselisihan di Pentagon.
-
Penyerangan terhadap Kandidat Gubernur Demokrat Ohio dalam Acara Pemilu
Seorang pria bersenjata dalam sebuah acara pemilu di Ohio menyerang "Amy Acton", kandidat gubernur dari Partai Demokrat, dan ditangkap setelah dilumpuhkan oleh tim keamanan.
-
Peringatan Goldman Sachs Tentang Lonjakan Harga Minyak Akibat Ketegangan Regional
Bank Amerika Goldman Sachs memperingatkan tentang kemungkinan lonjakan harga minyak di tengah ketegangan regional.
-
Sumber Yaman: Jika Arab Saudi Masuk Perang Skala Penuh, Pilihan Kami Sangat Banyak
Sebuah sumber Yaman mengatakan bahwa angkatan bersenjata negara ini akan memberikan respons proporsional terhadap eskalasi ketegangan, dan jika Arab Saudi memutuskan untuk masuk ke dalam perang skala penuh, Sana'a akan memiliki banyak pilihan.
-
Netanyahu Kembali Berkhayal; Klaim Palsu Tentang Akhir Sistem Iran
Perdana Menteri rezim Zionis mengatakan bahwa Tel Aviv akan melanjutkan tindakannya terhadap Iran.
-
Bentrokan di Yaman Tewaskan Lebih dari 300 Orang dan Mengungsikan Ratusan Keluarga
Eskalasi bentrokan antara pasukan pemerintah Yaman dan pasukan Ansarullah di Taiz dan Hodeidah telah mengakibatkan lebih dari 300 orang tewas dan ratusan keluarga mengungsi.
-
Al Jazeera Mengkaji: Mengapa Sanksi AS Tidak Mampu Menundukkan Iran?
Jaringan Al Jazeera dalam sebuah laporan menunjukkan alasan mengapa taktik sanksi dan blokade terhadap Iran yang dilakukan oleh Amerika Serikat tidak efektif.
-
Media Korea: Seoul Terjepit di Antara Peringatan Iran dan Tekanan AS
Sebuah media Korea melaporkan bahwa setelah peringatan Teheran kepada Seoul mengenai campur tangan Korea Selatan dalam konflik Selat Hormuz, negara tersebut kini terjepit di antara peringatan Iran dan tekanan Amerika Serikat.
-
Irak Temukan Amunisi Peninggalan ISIS
Kementerian Pertahanan Irak mengumumkan penemuan sejumlah amunisi perang yang ditinggalkan kelompok teroris ISIS.
-
Misteri Serangan ke Pesta Pernikahan di Iran Selatan, Washington Post Soroti Dugaan Bom AS Salah Sasaran
Harian The Washington Post melaporkan bahwa Pentagon tengah menyelidiki kemungkinan sebuah bom Amerika Serikat meleset dari sasaran dan menghantam rumah yang sedang digunakan untuk menggelar pesta pernikahan di Iran selatan.
-
Netanyahu Perintahkan Evakuasi Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Minggu memerintahkan evakuasi sejumlah permukiman “ilegal” di Tepi Barat, di tengah tekanan Amerika Serikat agar pemerintah Israel mengambil tindakan terhadap kekerasan yang dilakukan para pemukim.
-
Mantan Negosiator Amerika Serikat:
Ketangguhan Iran Selalu Mengejutkan Kami
Mantan negosiator Amerika Serikat Dennis Ross menilai tekanan ekonomi dan militer tidak akan cukup untuk memaksa Iran mundur. Menurutnya, ketangguhan masyarakat Iran selama ini selalu mengejutkan Washington. “Orang-orang Iran selalu mengejutkan kami dengan daya tahan mereka. Di kalangan pejabat Iran terdapat keyakinan bahwa mereka mampu bertahan menghadapi tekanan dan pada akhirnya mencapai apa yang mereka inginkan,” kata Ross.
-
Galeri Foto: Majelis Duka untuk Syahidah Sayyidah Bushra Hosseini Khamenei Digelar di Universitas Sharif
Acara peringatan untuk Syahidah Sayyidah Bushra Hosseini Khamenei, cucu Ayatullah Sayid Ali Khamenei digelar pada Senin sore di Masjid Universitas Teknologi Sharif.
-
Galeri Foto: Lautan Warga Iran Peringati Hari Kedatangan Sayidah Fatimah Maksumah di Kota Qom (2)
Sayidah Fatimah Maksumah sa putri Imam Musa al-Kazhim as disebutkan dalam catatan sejarah memasuki kota Qom pada 23 Rabiul Awal tahun 201 H, yang oleh warga Qom dijadikan sebagai momen bersejarah yang mereka peringati setiap tahunnya.
-
Galeri Foto: Lautan Warga Iran Peringati Hari Kedatangan Sayidah Fatimah Maksumah di Kota Qom (1)
Sayidah Fatimah Maksumah sa putri Imam Musa al-Kazhim as disebutkan dalam catatan sejarah memasuki kota Qom pada 23 Rabiul Awal tahun 201 H, yang oleh warga Qom dijadikan sebagai momen bersejarah yang mereka peringati setiap tahunnya.
-
Galeri Foto: Sukacita Warga Qom Peringati Momen Kedatangan Sayidah Maksumah sa di Kota Qom (2)
Sayidah Fatimah Maksumah sa putri Imam Musa al-Kazhim as disebutkan dalam catatan sejarah memasuki kota Qom pada 23 Rabiul Awal tahun 201 H, yang oleh warga Qom dijadikan sebagai momen bersejarah yang mereka peringati setiap tahunnya.
-
Galeri Foto: Sukacita Warga Qom Peringati Momen Kedatangan Sayidah Maksumah sa di Kota Qom
Sayidah Fatimah Maksumah sa putri Imam Musa al-Kazhim as disebutkan dalam catatan sejarah memasuki kota Qom pada 23 Rabiul Awal tahun 201 H, yang oleh warga Qom dijadikan sebagai momen bersejarah yang mereka peringati setiap tahunnya.
-
-
Akademisi Lebanon dalam Wawancara dengan ABNA:
Kebuntuan Hukum dan Lemahnya Struktur Internasional Hambat Akuntabilitas, Tragedi Sirik Lebih dari Sekadar Bukti Gagalnya Daya Tangkal Global
Dr. Omar Nashabeh, akademisi dan peneliti bidang keadilan pidana serta hak asasi manusia, menilai hegemoni politik negara-negara besar dan pengaruh mereka terhadap struktur lembaga internasional menjadi salah satu hambatan utama bagi terwujudnya keadilan dan terciptanya daya tangkal terhadap pelanggaran hukum internasional.
-
Dalam Wawancara Aktivis Media Lebanon dengan ABNA:
Aktivis Media Lebanon: Jurnalis Iran Harus Waspadai Perang Psikologis Israel, Tel Aviv Berupaya Lengkapi Informasi dan Picu Perpecahan
Aktivis media Lebanon, Zainab Farhat, mengingatkan para jurnalis Iran yang meliput perkembangan di Lebanon agar lebih berhati-hati dalam menggunakan istilah yang berasal dari media Israel. “Dengan tetap menghormati seluruh jurnalis Iran di Lebanon, saya harus mengatakan bahwa dalam beberapa hari terakhir mereka tanpa sengaja mengikuti istilah yang digunakan media Israel dan memakai kata ‘jatuh’. Sayangnya, para jurnalis kita di Lebanon menerjemahkan begitu saja kalimat yang digunakan media Israel,” kata Farhat.
-
Seperempat Abad Setelah 11 September, Islamofobia dan Pandangan Rasis di AS Kian Menguat
Dua puluh lima tahun setelah serangan teroris 11 September, Muslim di Amerika Serikat masih menghadapi diskriminasi dan kecurigaan. Pandangan negatif terhadap Islam juga disebut semakin meningkat, khususnya di kalangan pendukung Partai Republik.
-
Pembongkaran Masjid di India Kembali Terjadi
Sebuah masjid di negara bagian Uttar Pradesh, India, kembali dibongkar menggunakan buldoser pada Sabtu. Tindakan tersebut menuai kritik dari sejumlah pemimpin oposisi India.
-
Dalam Wawancara dengan Perwakilan Kataib Sayyid al-Shuhada di Iran:
Kataib Sayyid al-Shuhada: Syarat Kelompok Perlawanan Mengikat Pemerintah Irak, 10 Poin Jadi “Tamparan Keras” bagi Pendukung Kompromi
Perwakilan Kataib Sayyid al-Shuhada di Iran menegaskan bahwa syarat-syarat yang diajukan kelompok perlawanan bersifat mengikat dan harus dipenuhi oleh pihak mana pun yang meminta mereka menyerahkan senjata.
-
-
Muslim di Eropa:
Dari Migrasi hingga Membangun Peradaban: Menelusuri 70 Tahun Kehadiran Muslim di Swedia
Meningkatnya aksi kekerasan dan pembakaran Al-Qur’an oleh pendukung kelompok sayap kanan ekstrem di lima kota di Swedia kembali memunculkan perhatian internasional terhadap keamanan komunitas Muslim di negara tersebut. Randa Atiyah, peneliti asal Mesir, dalam sebuah laporan analitis yang diterbitkan situs Noon Post, mengulas meningkatnya kejahatan bermotif rasisme terhadap Muslim di Swedia dengan merujuk pada peringatan Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa.