7 September 2026 - 06:26
Ketangguhan Iran Selalu Mengejutkan Kami

Mantan negosiator Amerika Serikat Dennis Ross menilai tekanan ekonomi dan militer tidak akan cukup untuk memaksa Iran mundur. Menurutnya, ketangguhan masyarakat Iran selama ini selalu mengejutkan Washington. “Orang-orang Iran selalu mengejutkan kami dengan daya tahan mereka. Di kalangan pejabat Iran terdapat keyakinan bahwa mereka mampu bertahan menghadapi tekanan dan pada akhirnya mencapai apa yang mereka inginkan,” kata Ross.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Ross mengatakan Washington mungkin melihat kondisi ekonomi Iran sebagai tanda keberhasilan strateginya, tetapi menurutnya kenyataan di lapangan jauh lebih kompleks.

Mengutip Reuters, tokoh yang pernah bekerja dalam pemerintahan Demokrat maupun Republik itu mengatakan Teheran tetap bertekad menunjukkan kemampuannya mengendalikan Selat Hormuz. Namun, Iran tampaknya mengatur dan mengelola penggunaan kekuatan militernya sambil tetap mempertahankan opsi untuk meningkatkan eskalasi jika diperlukan.

Ross mengatakan para pejabat Iran meyakini negara itu mampu menanggung tekanan ekonomi dan melewati masa sulit tersebut. “Dalam hal ketangguhan dan kemampuan bertahan, orang-orang Iran selalu mengejutkan kami,” ujarnya.

Ia juga meragukan bahwa tekanan ekonomi dan militer saja dapat memaksa Iran untuk mundur dari posisinya.

Serangan Militer Dinilai Memperkuat Sentimen Patriotisme di Iran

Sementara itu, Burcu Özçelik, peneliti senior di Royal United Services Institute (RUSI), menilai serangan militer justru telah memperkuat sentimen patriotisme di Iran.

“Tentu saja, tekanan ekonomi meningkatkan risiko munculnya keresahan publik. Namun untuk saat ini, suasana perang tampaknya memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap masyarakat,” katanya.

Menurut Özçelik, intervensi militer asing, jatuhnya korban sipil, serta persepsi mengenai adanya konfrontasi peradaban yang lebih luas dengan tatanan dunia yang dipimpin Amerika Serikat telah mempertahankan tingkat dukungan patriotik terhadap pemerintah dan menguatkan pandangan “Iran First” di tengah masyarakat.

Sejumlah analis Barat sebelumnya juga menilai Amerika Serikat telah melakukan kesalahan perhitungan dalam pendekatan militernya terhadap Iran. Mantan Duta Besar AS untuk sejumlah negara di Asia Barat, James Jeffrey, sebelumnya dalam wawancara dengan Politico mempertanyakan efektivitas kampanye tekanan ekonomi Washington terhadap Teheran.

“Sulit untuk percaya bahwa setelah 20 tahun sanksi Amerika dan pengalaman Iran dalam menghindarinya, sekarang tiba-tiba akan terjadi sesuatu yang benar-benar menentukan,” katanya.

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha