Dilansir oleh kantor berita Abna mengutip Reuters, bank Amerika Goldman Sachs memperingatkan bahwa mengingat peningkatan serangan terhadap kapal-kapal di Timur Tengah, harga minyak dapat melonjak hingga 120 dolar per barel.
Berdasarkan laporan ini, bank tersebut menekankan bahwa perkembangan beberapa hari terakhir menunjukkan bahwa risiko meluasnya ketegangan dalam rantai pergerakan kapal telah menjadi faktor utama yang harus diperhitungkan.
Guncangan pasokan di pasar gas alam dan produk minyak olahan seperti solar akan lebih parah daripada dampaknya terhadap pasar minyak mentah, dan oleh karena itu pasar-pasar ini dianggap sebagai instrumen yang lebih tepat untuk melakukan lindung nilai terhadap risiko geopolitik.
Sebelumnya, Bloomberg telah melaporkan bahwa karena ketegangan di kawasan Timur Tengah dan khususnya Selat Hormuz, harga minyak telah mencapai 97 dolar.
Komentar Anda