11 Oktober 2026 - 23:05
Somaliland Meminta Israel Menempatkan Sistem Pertahanan Udara di Wilayahnya

Sejumlah sumber media melaporkan bahwa otoritas wilayah separatis Somaliland telah meminta Israel menyediakan sistem pertahanan udara canggih, termasuk jet tempur F-16 dan pesawat nirawak (drone), untuk menghadapi apa yang mereka sebut sebagai “perluasan kehadiran militer Turki di Somalia”.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Para pejabat Somaliland telah mengajukan permintaan kepada Israel agar menyediakan sistem pertahanan udara canggih, termasuk jet tempur F-16 dan pesawat nirawak, bagi wilayah tersebut.

Mohamed Osman Fadal, penasihat senior urusan luar negeri Presiden Somaliland, mengatakan kepada media Middle East Eye bahwa Hargeisa membutuhkan sistem pertahanan udara dan mengharapkan dukungan Israel untuk menghadapi apa yang disebutnya sebagai “ekspansi militer Turki” yang bekerja sama dengan Pemerintah Federal Somalia.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa sejumlah pejabat dan analis di Hargeisa memandang penguatan hubungan keamanan dengan Israel sebagai salah satu cara untuk menciptakan keseimbangan terhadap pengaruh Turki yang semakin meningkat di Somalia.

Meski demikian, permintaan penyediaan sistem pertahanan udara tersebut sejauh ini masih didasarkan pada pernyataan para pejabat Somaliland. Pihak Israel belum mengeluarkan pengumuman resmi mengenai persetujuan untuk menyediakan sistem pertahanan tersebut bagi wilayah itu.

Sementara itu, Presiden Somalia, Hassan Sheikh Mohamud, menegaskan bahwa negaranya tidak akan menerima kehadiran Israel di wilayah Somalia dalam keadaan apa pun. Ia menyatakan bahwa pemerintah di Mogadishu akan menentang segala bentuk pengaturan militer Israel di Somaliland.

Menurut Presiden Somalia, Israel berencana membangun sebuah pangkalan angkatan laut di Kota Berbera dan memanfaatkan bandar udara kota tersebut.

Ia menjelaskan bahwa posisi strategis Berbera di kawasan Teluk Aden akan memberikan peluang bagi Israel untuk memperluas jangkauan kehadirannya lebih dekat ke kawasan Teluk Persia dan Iran.

Presiden Hassan Sheikh Mohamud juga menyatakan bahwa masyarakat Somaliland sendiri menentang kehadiran Israel.

Ia menegaskan bahwa pemerintahannya akan menghadapi segala upaya yang dapat menyeret Somalia ke dalam konflik-konflik yang berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha