-
Hoaks, Emosi, dan Kekacauan: Wajah Baru Kerusuhan di Era Digital
Bayangkan jika di dunia nyata ada seseorang yang memecahkan kaca toko, merusak fasilitas umum, dan mengganggu ketertiban. Tentu aparat akan bertindak tegas. Namun ketika tindakan serupa dilakukan di ruang digital—dengan menyebarkan hoaks, memelintir fakta, dan menciptakan kepanikan massal—sering kali respons kita jauh lebih longgar. Padahal dampaknya bisa lebih luas dan lebih dalam. Yang dirusak bukan benda, melainkan kepercayaan publik dan ketenangan batin masyarakat.
-
Apakah Amerika Pintar? Sebuah Uji Kecerdasan Geopolitik
Pertanyaan “apakah Amerika pintar?” tidak dapat dijawab secara simplistik. Jawabannya, dalam batas tertentu, bisa “ya”, dan dalam konteks lain, justru “tidak”. Jika kecerdasan diukur melalui capaian sains dan teknologi, Amerika Serikat memang memiliki keunggulan yang sulit dibantah.
-
Dari Manusia Menjadi Komoditas: Narasi Objektifikasi Perempuan di Barat
Teori objektifikasi, yang dikembangkan oleh Barbara Fredrickson dan Tomi-Ann Roberts pada tahun 1997, menjelaskan bagaimana perempuan dalam budaya yang mengobjektifikasi tubuh perempuan mengalami proses akulturasi sedemikian rupa sehingga mereka menerapkan sudut pandang pengamat eksternal terhadap diri mereka sendiri.
-
Ekologi Transenden dalam Tradisi Maulid
Shalawat sering dipahami sebatas ritual verbal. Padahal, dalam perspektif ontologis, shalawat adalah tindakan menyambungkan diri dengan poros wujud. Bershalawat berarti menautkan kesadaran manusia dengan insan kamil agar seluruh relasi, termasuk relasi ekologis, tetap berada dalam jalur emanasi yang benar. Ia adalah latihan kesadaran kosmik agar manusia tidak mengelola bumi dengan ego, tetapi dengan amanah.
-
Momen-Momen Cahaya Kelahiran Sayidah Fatimah Zahra sa
Pada saat kelahiran Sayidah Zahra sa, empat orang perempuan masuk dengan rupa seperti perempuan Bani Hasyim, sementara Khadijah merasa takut ketika melihat mereka. Salah seorang dari mereka berkata: “Rabbmu telah mengutus kami untuk membantumu.”
-
Perlindungan Lingkungan Hidup dan Hewan dalam Pandangan Islam
Dalam berbagai riwayat dari Nabi Muhammad (saw) dan para Imam Ahlulbait (as), terdapat penekanan besar mengenai perlindungan lingkungan hidup dan pemeliharaan hewan.
-
Pembaruan Pemikiran Keagamaan atau Penyimpangan Intelektual?
Dalam sebuah catatan kritis, Morteza Najafi Qodsi menegaskan bahwa istilah “pembaruan pemikiran keagamaan” yang sejatinya merupakan istilah mulia, kini terancam disalahgunakan untuk melegitimasi penyimpangan dari fondasi akidah Syiah.
-
Fatimiyah: Musibah yang Membuka Luka Besar Sejarah Islam
Asyura memang dramatis, menggetarkan, dan selalu relevan. Namun membacanya tanpa Fatimiyah seperti membaca bab terakhir buku, lalu mengira kita telah memahami seluruh kisah. Kita sering menangisi pembantaian Husain, tapi jarang bertanya: kenapa rezim seperti itu bisa lahir?
-
Menelusuri 120 Tahun Perjuangan Keluarga Khamenei: Sebuah Generasi Perlawanan dan Perjuangan
Perlawanan dan perjuangan telah menjadi ciri khas keluarga Khamenei sejak berabad-abad silam hingga kini. Meskipun tidak ada catatan tertulis yang komprehensif tentang perjuangan keluarga ini, tanda-tanda sejarah dan bukti nyata dari 120 tahun perjalanan mereka dalam perlawanan dapat ditemukan.
-
Tujuan Pendidikan Pengendalian Diri dengan Landasan Alquran
Pengendalian diri (self-control atau takwa) dalam Alquran adalah konsep kunci dan multidimensional, mencakup pengendalian naluri, hawa nafsu, serta penjagaan terhadap batasan-batasan Ilahi.
-
Ziarah Arba’in; Dari Ibadah Ritual hingga Gerakan Peradaban Islam
Ziarah dalam Islam bukan hanya ibadah individu semata; melainkan alat peradaban untuk membangkitkan kesadaran, persatuan, dan melawan penindasan. Ziarah Arba’in khususnya merupakan contoh nyata bagaimana ritual keagamaan dapat menjadi gerakan sosial yang berpengaruh dalam dunia Islam.
-
Seberapa Penting Bagimu Menjaga Harga Diri Orang Lain?
Setiap orang yang menahan diri dari menjatuhkan harga diri orang lain, Allah akan mengampuni kesalahannya pada Hari Kiamat, dan setiap orang yang menahan amarahnya terhadap orang lain, Allah akan menahan murka-Nya darinya pada Hari Kiamat.
-
Kenangan Langsung Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran:
Perang Melawan Isu dan Fitnah
Buku “Darah Hati yang Menjadi Permata” merupakan catatan kenangan langsung Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Uzhma Sayyid Ali Khamenei, yang memuat pengalaman hidup beliau dari masa kecil hingga kemenangan Revolusi Islam.
-
Peran Warga Kufah dalam Peristiwa Karbala dan Pelajarannya bagi Umat Masa Kini
Masyarakat Kufah berada di bawah pengaruh propaganda dan ancaman dari pemerintah. Saat ini pun, media pemerintah dan jejaring sosial bisa menyesatkan opini publik.
-
Mengapa Israel Akhirnya Menyerang Iran
Tindakan Israel menyerang Iran sebenarnya bukanlah strategi jangka panjang yang cerdas, melainkan sebuah manuver putus asa yang dilandasi frustrasi dan rasa kehilangan kendali atas narasi konflik.
-
Ayah Revolusi, Tempat Berlindung Keluarga: Sekilas tentang Metode Pendidikan Imam Khomeini
Di balik sosok pemimpin tegas pendiri Revolusi Islam, tersembunyi sosok ayah yang lembut dan penyayang. Di rumah, Imam Khomeini (ra) bukanlah seorang komandan, melainkan tempat berlindung yang hangat bagi istri dan anak-anaknya.
-
Semua Hal tentang Jahiliyah Modern
Allah mengutus Nabi Islam pada masa ketika masyarakat tenggelam dalam fitnah, ikatan agama telah terputus, dan pilar-pilar keimanan serta keyakinan tidak kokoh. Dalam pokok-pokok agama terjadi perselisihan, urusan masyarakat berantakan, jalan keselamatan sangat sulit, dan tempat berlindung tidak ada. Lentera petunjuk redup, dan kebutaan hati menyelimuti semua orang.
-
Siapakah Samiri dan Bagaimana Dia Menyesatkan Bani Israel?
Samiri adalah salah satu sahabat Nabi Musa (AS) yang memiliki pengetahuan luar biasa dan ilmu yang tinggi. Dia memperoleh pengetahuan spiritual dan disiplin diri melalui latihan keras dan juga menguasai ilmu-ilmu yang asing bagi banyak orang.
-
Puasa dalam Tafsir Ayatullah Makarim Shirazi: Jalan Takwa dan Kemanusiaan
Dalam tafsirnya, Ayatullah Makarim menggarisbawahi bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi adalah jalan menuju takwa—sebuah kesadaran spiritual yang mengakar dalam jiwa.
-
Puasa dan Jalan Menuju Tuhan: Pelajaran dari Ayatullah Mirza Jawad Maliki Tabrizi
Bagi Ayatullah Maliki Tabrizi, puasa bukan sekadar menghindari makan dan minum dari fajar hingga maghrib. Itu hanya kulitnya. Esensi puasa adalah penyucian jiwa dan latihan diri untuk mengendalikan hawa nafsu.
-
Peran Puasa dalam Pembentukan Karakter Anak Didik: Perspektif Ayatullah Ibrahimi Amini
Dari perspektif Ayatullah Ibrahimi Amini, puasa adalah salah satu metode pendidikan karakter yang paling alami dan efektif. Tidak ada paksaan, tidak ada hukuman—hanya pengalaman nyata yang memberikan pelajaran hidup kepada anak-anak.
-
Panggilan Revolusi Kesadaran: Mengurai Dimensi Sosial Puasa dalam Pemikiran Ali Syariati
Puasa, dalam tafsir Syariati, adalah latihan menjadi manusia yang baru—manusia yang tidak hanya berdoa, tetapi juga gelisah melihat dunia yang timpang. Puasa bukan sekedar menahan, tapi juga memerdekakan.
-
Peran Puasa dalam Pembentukan Jiwa: Nasehat-Nasehat 'Arif dari Ayatullah Bahjat
Puasa tidak hanya merupakan ibadah fisik, tetapi juga sarana transformasi jiwa menuju kesempurnaan spiritual. Dalam tradisi Islam, para 'arif (orang-orang bijak dan sufi) menekankan bahwa hakikat puasa terletak pada penyucian batin dan pembentukan jiwa.
-
Dimensi Tarbiyah Puasa dalam Pemikiran Ayatullah Murtadha Mutahhari
Puasa dalam Islam bukan sekadar ritual menahan lapar dan haus, melainkan sarana pendidikan (tarbiyah) yang mendalam bagi manusia. Ayatullah Murtadha Mutahhari menyoroti bahwa ibadah puasa memiliki dimensi tarbiyah yang kompleks, mencakup aspek spiritual, mental, kepribadian, hingga kepedulian sosial.
-
Rasionalitas Ritual Puasa dalam Perspektif Ayatullah Jawadi Amuli
Ayatullah Abdullah Jawadi Amuli, seorang filsuf dan mufasir terkemuka dari Iran, memberikan pendekatan yang unik dalam memahami puasa dengan menekankan aspek rasionalitas dan filosofinya.
-
Nilai Tarbiyah Puasa Ramadhan dalam Perspektif Imam Khomeini
Menurut Imam Khomeini, puasa Ramadhan memiliki makna tarbiyah (pendidikan) yang sangat dalam, bukan sekadar menahan diri dari makan, minum, dan kebutuhan fisik, melainkan sebagai sebuah perjalanan rohani menuju kesempurnaan insani.
-
Studi Syiah dalam Zionisme (3): Para Pakar Syiah Israel
Syiah dan berbagai dimensinya merupakan salah satu topik yang mendapat perhatian rezim Zionis karena berbagai alasan. Oleh karena itu, berbagai pusat penelitian di Israel melakukan kajian tentang mazhab Syiah. Jumlah pusat penelitian yang diketahui serta keberagaman topik dalam pusat-pusat ini sedemikian rupa sehingga dapat dikatakan ratusan pakar Syiah beraktivitas di dalamnya. Artikel ini berusaha memperkenalkan beberapa tokoh utama di bidang ini, meskipun tentu saja tidak mungkin menyajikan daftar yang lengkap.
-
Kajian Syiah dalam Zionisme (2): Pusat-Pusat Kajian Syiah di Universitas-Universitas Zionis
Agama dan budaya Syiah sejak lama telah menjadi salah satu topik yang menarik perhatian berbagai kelompok di Barat. Berdirinya pemerintahan Islam berbasis ajaran Syiah di Iran serta keberadaan sejumlah kekuatan perlawanan Syiah di kawasan merupakan faktor yang menjadikan kajian tentang Syiah memiliki kepentingan luar biasa bagi berbagai negara di dunia, termasuk rezim Zionis
-
Penelitian Syiah dan Zionisme Bag. I: Tinjauan Historis terhadap Kajian Syiah oleh Israel
Kajian Syiah saat ini mendapat perhatian di berbagai tingkatan di universitas-universitas rezim Zionis atau pusat-pusat yang berafiliasi dengannya di luar Israel. Mulai dari pengajaran bahasa Persia dan budaya Syiah secara terarah kepada berbagai kelompok siswa hingga penyusunan ensiklopedia Syiah oleh pusat-pusat akademik ilmiah Zionis, merupakan sebagian dari upaya rezim ini untuk lebih memahami Iran Islam dan budaya Syiah guna menemukan solusi yang tepat untuk menghadapi pengaruh serta mencegah perkembangan budaya ini di tingkat global.
-
Manfaat Puasa dari Perspektif Tasawuf: Suatu Kajian dengan Referensi Ayatullah Ali Khamenei
Dalam tasawuf, salah satu tujuan utama puasa adalah tazkiyah al-nafs atau pembersihan jiwa dari sifat-sifat negatif seperti hasad (dengki), riya' (pamer), dan ghibah (menggunjing). Menurut para sufi, tubuh manusia adalah cerminan jiwa, dan apa yang dilakukan oleh tubuh akan mempengaruhi kondisi batin seseorang.