20 Oktober 2026 - 12:43
Menelaah Kembali Pesan-Pesan Terakhir Pemimpin yang Gugur Syahid — Bagian Kedua: Karakteristik dan Tugas Umat yang Dibangkitkan

Dalam pemikiran Pemimpin Revolusi Islam yang gugur syahid, rakyat memiliki kedudukan yang sangat penting. Menjaga dan melindungi kedudukan tersebut membutuhkan upaya berkelanjutan dan kewaspadaan yang terus-menerus. Persoalan ini merupakan salah satu hal yang beliau tekankan dalam pertemuan-pertemuan terakhirnya.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- — Pada bagian pertama rangkaian tulisan ini, telah disajikan laporan mengenai pesan-pesan Pemimpin Revolusi Islam yang gugur syahid selama satu tahun sebelum kesyahidannya, yang disampaikan dalam berbagai pertemuan dengan pejabat pemerintahan serta kelompok-kelompok masyarakat.

Allamah Syahid Ayatullah Agung Sayyid Ali Hosseini Khamenei, dalam satu tahun terakhir kehidupannya, telah mengadakan 16 pertemuan umum atau menyampaikan pesan video yang ditujukan kepada seluruh rakyat Iran.

Dengan menelaah kembali sejumlah bagian dari pernyataan tersebut, kita dapat menemukan kembali sebagian dari “wasiat” beliau kepada semua orang. Kalimat-kalimat yang oleh beliau sendiri disampaikan dengan istilah “nasihat” atau “pesan”.

Dalam kajian sejarah juga dapat ditemukan bahwa tujuh pertemuan terakhir sepanjang kehidupan beliau, yang berlangsung pada bulan Bahman dan Dey dalam kalender Iran, merupakan pertemuan umum. Sasaran utama pernyataan beliau dalam pertemuan-pertemuan tersebut adalah “rakyat”.

Dalam pertemuan umum terakhirnya bersama masyarakat Azerbaijan Timur pada 28 Bahman 1404 (17 Februari 2026), yakni 12 hari sebelum kesyahidannya, beliau menyampaikan pesan berikut kepada semua orang:

“Pesan utama saya ingin saya sampaikan sejak awal: Jangan kehilangan kemampuan mengenali waktu yang tepat. Jangan kehilangan kemampuan untuk hadir pada saat yang tepat. Ini merupakan suatu keunggulan yang sangat besar.”

Lima hari sebelum tanggal tersebut, dalam pesan televisi yang ditujukan kepada masyarakat, beliau menyampaikan penghargaan atas kehadiran rakyat dalam pawai peringatan 22 Bahman (Hari Kemenangan Revolusi Islam).

Dalam kesempatan itu, beliau berpesan kepada rakyat Iran: “Kita harus berusaha menjaga hubungan dan persatuan nasional. Kita semua harus berusaha melakukannya. Persatuan nasional ini sangat berharga, sangat bernilai.

Ketika suatu bangsa turun ke jalan, menyuarakan satu sikap yang sama, satu slogan yang sama, dan satu tujuan yang sama, serta secara nyata memperlihatkan bahwa mereka hadir di medan perjuangan dan mampu menunjukkan identitas serta jati diri mereka kepada musuh-musuhnya, hal itu sangatlah berharga.”

Makna pernyataan Pemimpin Revolusi Islam yang gugur syahid tersebut menjadi semakin jelas apabila kita memperhatikan sebagian pernyataan beliau pada 12 Bahman 1404 (1 Februari 2026).

Dalam pernyataan tersebut, beliau secara singkat meninjau peristiwa-peristiwa masa Revolusi Islam serta berbagai kejadian pada bulan-bulan sebelumnya, termasuk apa yang disebutnya sebagai kudeta pada bulan Dey.

Beliau kemudian menyebut rakyat sebagai pihak yang “dibangkitkan” (mab'uts) dan menjelaskan tugas mereka dalam menghadapi berbagai peristiwa yang mungkin terjadi pada masa depan negara.

Beliau berkata: “Ketika rakyat memasuki medan dan mengambil keputusan, mereka akan memadamkan api dan mengubah kobaran api menjadi abu.

Itulah yang terjadi kali ini.

Setelah ini pun, dengan pertolongan Allah, apabila suatu peristiwa menimpa negara, Allah Yang Mahatinggi akan membangkitkan rakyat ini untuk menghadapi berbagai peristiwa tersebut, dan rakyatlah yang akan menyelesaikan persoalannya.”

Keterkaitan antara pernyataan tersebut dan pernyataan Pemimpin Revolusi Islam yang gugur syahid dalam pertemuan umum sebelumnya, yang berlangsung pada 27 Dey bertepatan dengan peringatan pengutusan Nabi Muhammad Saw sebagai rasul (Mab'ats), merupakan salah satu hal yang menakjubkan dan menarik perhatian.

Dalam pernyataan tersebut, beliau menjelaskan berbagai karakteristik “pengutusan kenabian” (bi'tsah).

Beliau menggambarkan upaya Nabi Muhammad Saw sebagai pribadi yang diutus oleh Allah dalam mengubah masyarakat jahiliah menjadi masyarakat Islam yang unggul sebagai sebuah keberhasilan yang sangat besar.

Selanjutnya, dengan menjelaskan kesamaan antara masa Nabi Muhammad Saw dan masa Revolusi Islam, beliau menyatakan bahwa bangsa Iran memiliki kapasitas dan kemampuan untuk melakukan langkah-langkah besar dalam mengubah tatanan struktural dunia sebagai “umat yang dibangkitkan” (ummat-e mab'uts).

Dalam pernyataan tersebut, beliau menyampaikan kepada bangsa Iran dan seluruh umat Islam di dunia: “Islam tetaplah Islam yang sama.

Islam ini mampu mengubah dunia saat ini secara menyeluruh. Islam mampu melakukannya.

Kita mampu—yang saya maksud dengan kita bukanlah harus saya dan kalian secara khusus—para pendukung Islam, mereka yang meyakini Islam, dan mereka yang beriman kepada Islam, mampu menarik dunia keluar dari jurang kerusakan menuju puncak kebaikan, keselamatan, dan kemuliaan. Mereka mampu membawa dunia dari arah neraka menuju surga. Hal itu masih mungkin dilakukan hari ini. Hari ini pun masih mungkin dilakukan.

Namun, ada satu syarat:

وَ لَا تَهِنُوا وَ لَا تَحْزَنُوا وَ أَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ

‘Janganlah kamu merasa lemah dan jangan pula bersedih hati, karena kamulah yang paling tinggi.’

Makna ‘kalianlah yang paling tinggi’ adalah demikian: kalian mampu menggerakkan dunia untuk mengikuti kalian.

Tetapi kapan hal itu dapat terwujud?

إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

‘Jika kalian benar-benar beriman.’

Keimanan merupakan syarat yang diperlukan.”

Penelaahan terhadap rangkaian historis pernyataan-pernyataan tersebut, disertai perhatian terhadap berbagai peristiwa yang terjadi selama beberapa bulan terakhir dalam sistem pemerintahan Islam, menjadikan maknanya tidak memerlukan penjelasan tambahan dan tampak lebih terang daripada matahari pada tengah hari.

Pada bagian-bagian berikutnya dalam rangkaian tulisan ini, akan dibahas pesan-pesan lain dari Pemimpin Revolusi Islam yang gugur syahid kepada para pejabat pemerintahan serta berbagai organisasi masyarakat yang disampaikan selama satu tahun terakhir kehidupannya.

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha