Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Allamah Syahid Ayatullah Agung Sayyid Ali Husaini Khamenei, dalam satu tahun sebelum kesyahidannya, mengadakan 44 pertemuan publik dan menyampaikan pesan-pesan video kepada masyarakat serta para pejabat negara. Artinya, selama 12 bulan tersebut, rata-rata beliau mengadakan satu pertemuan publik atau menyampaikan satu pesan video setiap minggu.
Dalam 24 pertemuan dan pesan tersebut, yang menjadi sasaran pembicaraan beliau adalah masyarakat umum. Sementara itu, dalam kesempatan lainnya, berbagai kelompok menghadiri pertemuan secara terpisah, termasuk anggota kabinet pemerintahan, Ketua dan para Wakil Ketua Lembaga Peradilan, serta Ketua dan anggota Parlemen, dalam kedudukan mereka sebagai pejabat tinggi dari tiga cabang kekuasaan negara.
Selain itu, beliau menghadiri tiga pertemuan yang secara umum disebut sebagai “Pertemuan Para Pejabat Negara”. Dalam satu pertemuan lainnya, Menteri Dalam Negeri dan para gubernur juga bertemu dengan beliau.
Berdasarkan hal tersebut, dapat dikatakan bahwa selama periode itu, seluruh jajaran politik, peradilan, dan administrasi negara menjadi sasaran arahan Pemimpin Revolusi Islam.
Dalam periode yang sama, beliau juga mengadakan pertemuan dengan tokoh-tokoh hauzah dalam dua kongres terpisah untuk memperingati Mirza Naini dan Ayatullah Agung Milani.
Empat pertemuan lainnya diselenggarakan bersama para aktivis yang bergerak dalam bidang perjuangan para syuhada dan kesyahidan, termasuk penyelenggara acara peringatan Syahid Soleimani dan Syahid Raisi, Kongres Para Syuhada Provinsi Alborz, serta para syuhada petugas bantuan kemanusiaan.
Pertemuan-pertemuan terpisah dengan para penyelenggara ibadah haji, pekerja, guru, peraih medali, pelajar sekolah, mahasiswa, perempuan, dan anak-anak perempuan juga menjadi bagian dari agenda beliau selama periode tersebut.
Dengan melihat secara sepintas daftar pertemuan itu, dapat dikatakan bahwa seluruh pertemuan tersebut, yang harus dipandang sebagai pertemuan-pertemuan terakhir Pemimpin yang syahid dengan para pejabat pemerintahan Islam dan berbagai kelompok masyarakat, merupakan kesempatan bagi beliau untuk menyampaikan nasihat-nasihat terakhir kepada para pendengarnya di berbagai tingkatan kepemimpinan, administrasi, dan masyarakat umum.
Sebagai contoh, doa terakhir Pemimpin yang syahid untuk semua orang, yang beliau sampaikan delapan hari sebelum kesyahidannya, pada hari pertama bulan suci Ramadan (30 Bahman 1404 Hijriah Syamsiah), dalam pertemuan bersama para qari Al-Qur'an, adalah permohonan kepada Allah agar “semua orang senantiasa bersama Al-Qur'an” dan “kegiatan-kegiatan Al-Qur'an terus berkembang”.
Beliau mengatakan: “Insya Allah, semoga semua [qari] ini dan kalian semua senantiasa bersama Al-Qur'an, dan insya Allah, semoga tunas Al-Qur'an ini semakin tumbuh dan berkembang dari hari ke hari.”
Salah satu nasihat lain dari Pemimpin yang syahid disampaikan dengan pandangan yang mendasar dan berorientasi pada masa depan. Perkataan tersebut, setelah kesyahidan beliau, menjadi salah satu simbol perlawanan.
Dalam pidato publik terakhirnya, yang disampaikan sepuluh hari sebelum kesyahidan (28 Bahman 1404 Hijriah Syamsiah), beliau mengatakan: “Bangsa Iran memahami dengan baik ajaran-ajaran Islam dan Syiah yang dimilikinya. Mereka mengetahui apa yang harus dilakukan.
Imam Husain As bersabda:
«مِثلی لا یُبایِعُ مِثلَ یَزید»
‘Orang seperti aku tidak akan berbaiat kepada orang seperti Yazid.’
Bangsa Iran pada hakikatnya mengatakan: ‘Bangsa seperti kami, dengan kebudayaan seperti ini, dengan latar belakang sejarah seperti ini, dengan pengetahuan dan ajaran-ajaran luhur seperti ini, tidak akan berbaiat kepada para penguasa seperti orang-orang rusak yang saat ini memegang kekuasaan di Amerika.’”
Pada bagian-bagian berikutnya dari tulisan ini, akan dibahas nasihat-nasihat terakhir Pemimpin Revolusi Islam yang syahid dalam bidang politik, sosial, budaya, ekonomi, dan internasional, yang disampaikan kepada masyarakat umum serta berbagai organisasi, lembaga, dan kelompok di dalam maupun luar negeri selama satu tahun terakhir kehidupan mulia beliau.
Komentar Anda