Menurut laporan kantor berita ABNA yang mengutip situs web The Hill, Jenderal David Petraeus, mantan komandan Komando Pusat Tentara Teroris Amerika Serikat (CENTCOM) dan mantan direktur CIA, dalam pidatonya mengakui: Amerika Serikat berada dalam posisi sulit dan jalan buntu strategis dengan Iran.
Berdasarkan pernyataan media ini, mantan kepala CIA mengatakan bahwa ia tidak melihat adanya tanda-tanda keinginan Iran untuk mengurangi tuntutannya selama negosiasi yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat.
Mantan komandan CENTCOM menambahkan: «Saya tentu tidak melihat tanda-tanda bahwa mereka telah membuat perubahan besar pada tuntutan mereka, yaitu penarikan kami dari Teluk Persia, pembayaran kompensasi kepada mereka, dan mempertahankan kendali atas Selat Hormuz. Saya pikir kita berada dalam posisi yang sulit, dan mereka tentu tahu bahwa presiden AS (Trump) menghadapi pemilihan paruh waktu.»
David Petraeus kemudian menambahkan: «Tampaknya Iran berpikir bahwa dengan terus mempertahankan posisi mereka dalam negosiasi, mereka memiliki kemampuan yang lebih besar untuk menanggung kondisi ini. Eskalasi ketegangan lebih lanjut oleh Amerika Serikat akan membuat infrastruktur kritis (terkait dengan agresor Amerika) di negara-negara Teluk Persia, yang sudah rusak selama konflik ini, semakin rentan.»
Ia menggambarkan situasi ini sebagai jalan buntu strategis di mana «setiap jalur memiliki aspek negatif potensial yang signifikan.»
Your Comment