25 Mei 2026 - 10:58
Source: ABNA
Konsekuensi Perang Melawan Iran; Bencana Politik bagi Gedung Putih

Sebuah surat kabar Amerika menggambarkan kenaikan tajam harga bensin di negara tersebut akibat provokasi perang terhadap Iran sebagai bencana politik.

Menurut laporan kantor berita ABNA, surat kabar Amerika Politico melaporkan bahwa kenaikan tajam harga bensin adalah bencana politik nasional bagi Gedung Putih. Saat warga Amerika memulai perjalanan musim panas mereka, harga bensin menciptakan tantangan politik domestik di setiap negara bagian Amerika.

Dalam laporan ini ditekankan bahwa, sementara pemerintahan Donald Trump, presiden Amerika Serikat, terfokus pada harga 5.02 dolar per galon, harga bensin di banyak negara bagian mendekati atau telah melampaui level ini. Level ini adalah harga tertinggi yang tercatat selama pemerintahan Joe Biden, mantan presiden AS, pada tahun 2012, ketika perang di Ukraina mengganggu rantai pasokan energi.

Laporan ini melanjutkan, negara bagian Washington mencatat rekor baru dengan 5.79 dolar, sementara beberapa negara bagian lainnya mendekati rekor baru, karena penyebab utama kenaikan tajam ini (gangguan di Selat Hormuz) masih belum berubah.

Data yang dirilis oleh GasBuddy menunjukkan bahwa hanya 56% warga Amerika yang berencana melakukan perjalanan darat lebih dari dua jam, turun dibandingkan dengan 69% tahun lalu.

Sebelumnya, analisis ekonomi yang dilakukan oleh para peneliti Universitas Brown menunjukkan bahwa sejak dimulainya serangan AS dan rezim Zionis terhadap Iran, setiap rumah tangga Amerika rata-rata membayar 190 dolar dan 47 sen lebih banyak untuk bahan bakar. Jumlah ini bagi banyak keluarga setara dengan tagihan listrik satu bulan atau pengeluaran makanan satu minggu untuk sepasang suami istri.

Your Comment

You are replying to: .
captcha