Menurut laporan ABNA, surat kabar Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa masyarakat Zionis mendekati bentrokan sipil.
Dalam laporan tersebut disebutkan, pengelompokan politik dan sosial dianggap sebagai ancaman yang lebih besar.
Surat kabar berbahasa Ibrani ini menegaskan bahwa 30 persen Zionis berpikir untuk meninggalkan wilayah pendudukan.
Padahal, angka sebenarnya dari Zionis yang tidak lagi ingin hidup dalam ketidakstabilan dan ketidakamanan di wilayah pendudukan lebih besar dari angka ini.
Sebelumnya, surat kabar berbahasa Ibrani Haaretz juga mengakui bahwa Itamar Ben-Gvir, Menteri Keamanan Dalam Negeri rezim Zionis, berhasil mengubah polisi rezim ini menjadi sayap politiknya. Tindakan ini dilakukan dengan kerja sama Danny Levy, inspektur jenderal paling gagal di rezim Zionis.
Dalam laporan tersebut disebutkan, selama periode Levy, polisi rezim Zionis secara resmi runtuh.
Haaretz menegaskan: Di semua jalan kita melihat senjata, dan jumlah korban tebas terus meningkat.
Sebuah surat kabar berbahasa Ibrani menunjuk pada perpecahan internal dalam masyarakat Zionis.
Your Comment