Menurut laporan ABNA yang mengutip Al-Mayadeen, Kementerian Kesehatan rezim Zionis mengakui bahwa 13 tentara rezim ini terluka dalam bentrokan kemarin Senin di front Lebanon.
Dalam kaitan ini, Hizbullah dalam sebuah pernyataan mengumumkan bahwa dalam 24 jam terakhir, telah melakukan 21 operasi terhadap posisi tentara rezim Zionis.
Dalam pernyataan tersebut disebutkan bahwa dalam semua operasi ini, perkumpulan tentara dan kendaraan musuh di daerah "Wadi al-Uyun", "Sirbin", "Tayyiba", "Tayr Harfa", "Bayyada", "Al-Naqura" dan aliran sungai "Deir Siryan" menjadi sasaran dengan menggunakan drone bunuh diri dan serangan roket.
Hizbullah juga mengumumkan bahwa dalam rangkaian operasi ini, dua tank Merkava di "Rashaf" dan "Bayyada", dua buldoser D9 di "Al-Naqura" dan jalan "Bayyada", dua kendaraan teknik dan satu kendaraan Hummer di "Bayyada" dan "Tayr Harfa" menjadi sasaran para pejuang Hizbullah.
Kelompok ini melanjutkan bahwa sebuah pusat komando yang baru didirikan di "Bayyada", posisi artileri tentara Israel di "Al-Adaisa" menjadi sasaran dan sebuah truk tangki bahan bakar di "Tayr Harfa" juga terbakar akibat serangan perlawanan.
Hizbullah juga melaporkan tentang menghadapi drone tentara Zionis di langit "Tirus" dengan rudal darat-ke-udara dan menyatakan bahwa semua operasi kelompok ini dilakukan sebagai respons terhadap pelanggaran gencatan senjata dan serangan rezim Israel terhadap desa-desa di Lebanon selatan.
Perlawanan Islam Lebanon (Hizbullah) dengan melakukan 21 operasi militer dalam waktu kurang dari 24 jam, menghancurkan posisi, perkumpulan, dan peralatan tentara rezim Zionis dengan berbagai jenis senjata roket, drone, dan artileri.
Your Comment