Menurut laporan ABNA, surat kabar Zionis Globes melaporkan bahwa setelah skandal pembocoran informasi warga Palestina kepada dinas intelijen rezim Zionis, perusahaan Microsoft akan memindahkan cabangnya dari wilayah pendudukan ke Prancis.
Sebelumnya, Pentagon telah mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan dengan tujuh perusahaan termasuk Microsoft untuk memanfaatkan kemampuan canggih mereka dalam jaringan terklasifikasi Departemen Perang.
Juga, di tengah-tengah perang regional, beberapa media internasional melaporkan bahwa Iran menganggap sekitar 30 pusat teknologi milik perusahaan Amerika di Asia Barat sebagai target militer yang sah.
Dalam daftar ini terlihat nama-nama kantor dan pusat teknologi perusahaan seperti Google di Tel Aviv, investasi Microsoft di Uni Emirat Arab, pusat teknik NVIDIA di wilayah pendudukan, dan pusat data Amazon di negara-negara sekitar Teluk Persia.
Cabang perusahaan Microsoft yang berlokasi di wilayah pendudukan setelah sebuah skandal akan dipindahkan ke Prancis.
Your Comment