Kantor Berita Internasional Ahlulbait — ABNA — pasukan militer Israel hari ini meningkatkan serangannya ke Lebanon Selatan dan menargetkan kawasan permukiman serta kendaraan sipil.
Berdasarkan laporan surat kabar Lebanon, Al-Akhbar, sebuah drone Israel menargetkan sebuah mobil di kawasan al-Saadiyat, di jalan Beirut–Sidon. Pada saat yang sama, jet-jet tempur Israel juga membombardir beberapa kawasan di Lebanon Selatan.
Wartawan surat kabar Al-Akhbar melaporkan bahwa dalam serangan udara ke sebuah bangunan di kota al-Saksakiyah, Lebanon Selatan, puluhan orang gugur. Bangunan tersebut merupakan tempat tinggal tiga keluarga pengungsi dari kota Jibshit.
Jet-jet tempur Israel juga menargetkan sekitar pemakaman kota Habboush, serta membombardir sejumlah kawasan di timur al-Abbasiyah, kota Ain Baal, kawasan Sharniyah di pinggiran Tayr Debba, dan kota al-Mansouri di distrik Tyre.
Kota Nabatieh hari ini juga menyaksikan kejahatan lain dari militer Israel; serangan yang menyebabkan gugurnya seorang warga Suriah dan putrinya yang berusia 12 tahun.
Pusat Operasi Darurat Kementerian Kesehatan Lebanon dalam sebuah pernyataan mengumumkan: sebuah drone Israel mula-mula menargetkan sebuah sepeda motor yang dikendarai seorang warga Suriah bersama putrinya yang berusia 12 tahun. Ketika keduanya berhasil menjauh dari lokasi serangan, drone tersebut menyerang untuk kedua kalinya dan sang ayah gugur di tempat.
Dalam kelanjutan pernyataan itu disebutkan: setelah anak perempuan yang terluka itu menjauh sekitar 100 meter dari lokasi, drone tersebut untuk ketiga kalinya secara langsung menargetkannya. Anak itu kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Pemerintah Nabih Berri di kota Nabatieh dalam kondisi luka parah dan menjalani operasi.
Namun, Kantor Berita Resmi Lebanon kemudian mengumumkan bahwa anak perempuan tersebut juga meninggal dunia akibat parahnya luka yang dideritanya.
Kementerian Kesehatan Lebanon dalam pernyataannya mengecam penargetan brutal dan disengaja terhadap warga sipil dan anak-anak di Lebanon, serta menyebutnya sebagai bagian dari rangkaian pelanggaran serius yang terus berlangsung terhadap hukum humaniter internasional.
Your Comment