26 Februari 2026 - 10:46
Source: ABNA
Negosiasi untuk Kesepakatan Pelucutan Senjata Gaza Berlanjut / Pasukan Indonesia Tiba Bulan Maret

Dalam rangka pelucutan senjata di Gaza, banyak proposal telah diajukan. Harus dilihat apakah Hamas dan Perlawanan akan sepenuhnya menerima masalah ini. Sebelumnya hanya senjata berat yang dibahas, dan sekarang senjata individu juga termasuk.

Menurut Kantor Berita Internasional Ahlulbait (as) – ABNA – masalah senjata di Gaza sedang dikaji secara rahasia antara beberapa pihak mediator yang terlibat dalam kesepakatan gencatan senjata, untuk menemukan pendekatan yang dapat mengarah pada solusi praktis. Hal ini terjadi sementara Perlawanan menolak rencana Israel untuk "melucuti senjata" dan ancamannya untuk menggunakan kekerasan. Saat ini, proposal Turki sedang dikaji, yang telah dikoordinasikan dengan pemerintahan Amerika.

Seorang sumber yang mengetahui konsultasi yang sedang berlangsung mengonfirmasi kepada Al-Quds Al-Arabi bahwa selama dua minggu terakhir beberapa pertemuan telah membahas masalah ini. Yang paling menonjol adalah pertemuan antara delegasi pimpinan Hamas dan otoritas Turki selama kunjungan mereka ke Istanbul, dan setelah itu "pertemuan yang tidak diumumkan" antara pejabat Hamas dan Nikolay Mladenov, koordinator khusus PBB untuk proses perdamaian Timur Tengah.

Pertemuan dan komunikasi ini mencakup diskusi tentang cara menemukan formula kompromi untuk menjinakkan krisis yang dapat meledak dalam beberapa hari mendatang karena ancaman Israel untuk kembali berperang guna melaksanakan rencana ini.

Rencana ini baru-baru ini memperluas cakupan "pelucutan senjata" dengan memasukkan senjata pertahanan individu (senapan), sementara sebelumnya hanya mencakup senjata yang dapat digunakan Perlawanan untuk menargetkan wilayah Israel dari dalam Jalur Gaza, yaitu rudal buatan lokal dan proyektil anti-benteng.

Menurut diskusi, salah satu formula yang diusulkan mencakup pembentukan "zona penyimpanan senjata" di dalam Gaza, sebuah proposal yang melampaui tuntutan untuk "melucuti senjata" Perlawanan dari Gaza.

Sementara itu, sebuah laporan Israel mengungkapkan bahwa kelompok pertama pasukan Indonesia yang berpartisipasi dalam "Pasukan Stabilitas Internasional" dari "Dewan Perdamaian" akan tiba di Jalur Gaza pada minggu kedua bulan Maret.

Saluran Israel i24NEWS melaporkan bahwa delegasi ini akan bertemu dengan pejabat Amerika dan Israel dan akan memasuki Jalur Gaza untuk pertama kalinya.

Saluran tersebut mengumumkan bahwa fase kedua dari kesepakatan gencatan senjata di Gaza sedang berlangsung dan Israel sedang bersiap untuk masuknya pasukan asing pertama ke Jalur Gaza.

Your Comment

You are replying to: .
captcha