26 Februari 2026 - 23:42
Upaya Trump untuk Mengurangi Kekhawatiran Negara-Negara Arab tentang “Nil hingga Efrat”

Pemerintahan Trump melakukan sejumlah langkah diplomatik dengan negara-negara Arab untuk meredakan kekhawatiran mereka terkait pernyataan Huckabee tentang konsep “Israel dari Nil hingga Efrat”.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Majalah Politico mengungkapkan bahwa tim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berupaya meminimalkan dampak dari pernyataan Mike Huckabee, Duta Besar AS di wilayah pendudukan, serta melakukan komunikasi dengan sejumlah pejabat Arab guna menjelaskan pernyataan Huckabee dalam wawancaranya dengan Tucker Carlson yang disiarkan pada Jumat lalu, terkait kontrol Israel dan kedaulatan negara-negara kawasan.

Para pejabat Amerika berusaha menegaskan bahwa pernyataan Huckabee mengenai dukungannya terhadap gagasan kontrol Israel atas sebagian besar Timur Tengah tidak serta-merta berarti perubahan sikap atau kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

Dalam laporan Felicia Schwartz disebutkan bahwa para pejabat AS dalam beberapa hari terakhir telah menghubungi sejumlah negara Arab untuk meredakan kekhawatiran mereka, setelah Huckabee menyatakan bahwa Israel berhak mengontrol wilayah luas di Timur Tengah.

Menurut tiga sumber yang mengetahui upaya tersebut, para pejabat termasuk Chris Landau (Wakil Menteri Luar Negeri), Alison Hooker (Wakil Menteri Luar Negeri untuk Urusan Politik), dan lainnya menjelaskan kepada negara-negara terkait bahwa pernyataan Huckabee dalam wawancara podcast bersama Tucker Carlson merupakan pandangan pribadi dan tidak mencerminkan perubahan kebijakan pemerintah AS. Kementerian Luar Negeri AS tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari majalah tersebut.

Wawancara Huckabee memicu kemarahan luas di negara-negara Arab dan Muslim. Pernyataannya dinilai menunjukkan jarak signifikan dari posisi resmi pemerintahan Trump terkait kedaulatan Israel. Donald Trump sebelumnya telah berjanji kepada para pemimpin Arab dan Muslim bahwa ia tidak akan mengizinkan Israel menganeksasi Tepi Barat.

Majalah tersebut menambahkan bahwa krisis ini terjadi pada momen yang sangat sensitif, ketika pemerintahan Trump tengah berupaya menggalang dukungan negara-negara Arab dan Islam untuk membantu rencana ambisiusnya dalam pengamanan dan rekonstruksi Gaza.

Pemerintahan Trump juga berupaya mengoordinasikan negara-negara Arab yang menjadi tuan rumah pasukan militer Amerika Serikat, seperti Qatar dan Yordania, apabila ancaman serangan terhadap Iran benar-benar direalisasikan.

Your Comment

You are replying to: .
captcha