Menurut laporan kantor berita ABNA yang mengutip Russia Al-Yaum, Dmitry Medvedev, Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, menegaskan bahwa penculikan Presiden Venezuela oleh Amerika Serikat sama sekali tidak ada hubungannya dengan masalah penyelundupan narkoba, melainkan murni masalah minyak, dan pejabat AS telah mengakuinya secara terbuka.
Menanggapi pernyataan Trump bahwa AS akan mengambil alih pengelolaan Venezuela, ia menambahkan bahwa Amerika tidak dapat mengelola Venezuela dari jarak jauh.
Medvedev menambahkan bahwa AS mungkin berniat untuk mengulangi operasi serupa terhadap rezim Kiev.
Ia menyatakan bahwa tindakan AS terhadap Venezuela adalah ilegal, namun pada saat yang sama sejalan dengan kebijakan abadi Washington untuk menguasai sumber daya negara lain. Masalah ini juga terlihat jelas dalam kaitannya dengan sumber daya mineral langka di Ukraina.
Your Comment