Kantor Berita Ahlulbait

Sumber : Parstoday
Kamis

6 Juni 2024

16.53.19
1463794

Iran Negara ke-4 Dunia Produsen Akselerator Partikel untuk Kanker

Kepala Departemen Pemasaran salah satu perusahaan berbasis pengetahuan Iran, mengabarkan negosiasi dengan sejumlah negara untuk ekspor Akselerator Partikel Linier, LINAC ke negara-negara itu.

Elyasi, Kepala Departemen Pemasaran perusahaan Behyar Sanat Sepahan, Rabu (5/6/2024) mengatakan, "Kontrak perusahaan kami dengan Uganda, yang bernilai 20 juta dolar Amerika, sudah ditandatangani."

Menurut Elyasi, salah satu teknologi yang digunakan dalam pengobatan penyakit kanker adalah Akselerator Partikel Linier, LINAC, yang membantu mengobati penyakit kanker dengan menciptakan radiasi, dan menyinari tumor kanker.

Elyasi menambahkan, saat ini di dunia hanya tiga negara yang memiliki kemampuan memproduksi LINAC, yaitu Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman. Sekarang Iran, menjadi negara keempat.

"Perusahaan kami dengan dukungan dari Kantor Wakil Presiden Iran urusan sains dan teknologi, Kementerian Kesehatan, dan Badan Energi Atom Iran, dalam waktu lima tahun, berhasil memproduksi akselerator ini," ujarnya.

Terkait harga LINAC produk Iran, Elyasi, menyebutkan jika dibandingkan dengan produk asing harnya LINAC buatan Iran, jauh lebih terjangkau.

Ia menuturkan, "Harga LINAC di negara lain sekitar 3 juta dolar, dan biaya perawatan tahunan sekitar 300.000 dolar, sementara harga produk yang sama di Iran, kurang dari satu juta dolar."

Pada saat yang sama, Elyasi, mengabarkan negosiasi perusahaannya dengan sejumlah negara termasuk Uganda, Suriah dan Irak, untuk mengekspor produk ini.

"Kami sudah menandatangani kontrak ekspor LINAC buatan Iran, dengan Uganda, senilai 20 juta dolar," kata Kepala Departemen Pemasaran Behyar Sanat Sepahan.

Ia menegaskan, "Perusahaan berbasis pengetahuan ini, mempekerjakan 750 karyawan yang sebagian besar merupakan lulusan terbaik Universitas Industri Isfahan, dan lebih dari 85 persen karyawan perusahaan ini bekerja di bidang penelitian, dan pengembangan." (HS)

342/