Kantor Berita Ahlulbait

Sumber : IQNA
Kamis

23 Mei 2024

20.17.34
1460761

Ismail Haniyeh: Syahid Raisi Sebut Badai Al-Aqsa Sebagai Perubahan Global

Kepala kantor politik Hamas, yang menghadiri acara tasyyi’ jenazah para syuhada di Teheran, mengatakan, dari sudut pandang almarhum presiden Iran, Syahid Raisi, badai Al-Aqsa adalah gempa bumi yang menargetkan jantung rezim Zionis dan menciptakan perubahan di tingkat global.

peringatan dan acara tasyyi’ jenazah para syuhada pengabdian, Ayatullah Seyed Ebrahim Raisi, Presiden dan delegasi rombongannya, dimulai di Universitas Teheran.

Ismail Haniyeh, kepala biro politik Hamas dan Syekh Naim Qasim, wakil sekretaris jenderal Hizbullah, hadir pada acara tasyyi’ jenazah para syuhada.

Dalam pidatonya pada acara tasyyi’ jenazah presiden dan delegasi rombongan, kepala kantor politik Hamas mengatakan: “Saudara-saudara terkasih, hari ini, atas nama bangsa Palestina, atas nama perlawanan, dan atas nama Gaza, saya menyampaikan belasungkawa saya kepada pimpinan, pemerintah dan bangsa Republik Islam. Saya menyampaikan belasungkawa saya kepada keluarga para syuhada ini atas kesyahidan Dr. Ebrahim Raisi dan saudara saya Dr. Amir-Abdullahian serta orang-orang yang bersama mereka dalam perjalanan ini, dan saya memohon kepada Allah swt untuk mengampuni para syuhada yang mulia dan menempatkan mereka di dalam surga-Nya.”

Esmail Haniyeh berkata: “Hujjatul Islam Raisi selalu menjadi pendukung perlawanan dan perjuangan Palestina, dan kami yakin bahwa kebijakan dan strategi Republik Islam Iran ini akan terus berlanjut.”

“Selama bulan suci Ramadan, kami mengadakan pertemuan dengan Bapak Presiden selama perjalanan kami ke Teheran. Dalam pidatonya, kami mendengarkan sikap tegas Iran terhadap rakyat Palestina. Ia menekankan tiga poin dalam pertemuan ini. Pertama, isu Palestina adalah isu pertama umat Islam, dan umat Islam harus memenuhi tanggung jawabnya untuk menciptakan landasan bagi pembebasan tanah Palestina,” imbuhnya.

Haniyeh melanjutkan, poin kedua yang disampaikannya adalah bahwa persoalan Palestina bukan hanya persoalan politik, namun merupakan jantung umat Islam.

“Isu yang ketiga adalah badai al-Aqsa yang sedang dilakukan bangsa Palestina, dan berlanjut dari front Gaza dengan bermartabat hingga ke seluruh front perlawanan di tempat lain. Hujjatul Islam Raisi menyebut badai Al-Aqsa sebagai gempa yang menyasar jantung rezim Zionis dan menciptakan perubahan sejarah di dunia,” lanjutnya. (HRY)


342/