(ABNA24.com) Abdolrahim Mousavi, panglima militer Republik Islam Iran mengatakan, tidak ada kekuatan yang mampu mengambil keputusan pasti untuk melanggar Iran.
Seperti dilaporkan IRNA Senin (8/7), Mayjen Abdolrahim Mousavi seraya menjelaskan bahwa Republik Islam Iran seperti yang dijelaskan sebelumnya, tidak pernah menghendaki perang dengan negara manapun menambahkan, Iran tidak pernah menjadi pelopor perang, namun sangat sensitif dengan pertahanan diri.
Seraya menekankan bahwa permusuhan Amerika terhadap Iran sudah ada sejak lama, Mousavi mengungkapkan, musuh senantiasa berusaha merusak Iran, oleh karena itu pengokohan resistensi rakyat untuk melawan ketamakan musuh memiliki nilai strategis tinggi.
Panglima militer Iran juga mengisyaratkan kekuatan defensif Iran terhadap ancaman musuh mengatakan, dari sisi perangkat keras, peralatan lama dimodernisasi dan diproduksi peralatan baru dan canggih darat, laut dan udara serta digunakan.
Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei pada 31 Agustus 2016 dihadapan menteri, pejabat, ilmuwan dan teknisi Kementerian Pertahanan menyebut peningkatan kemampuan pertahanan dan ofensif sebagai hak legal Republik Islam.
"DI dunia yang dikuasai kekuatan arogan, dominan dan memiliki moral serta kemanusiaan yang rendah, serta tidak segan-segan melakukan pembantaian terhadap warga tak berdosa, pengembangan industri defensif dan ofensif sepenuhnya normal, karena kekuatan ini selama tidak merasakan kekuatan Iran, maka keamanan tidak akan terjamin," papar Rahbar.
/129
Mousavi: Tidak ada Kekuatan yang Mampu Melanggar Iran
Abdolrahim Mousavi, panglima militer Republik Islam Iran mengatakan, tidak ada kekuatan yang mampu mengambil keputusan pasti untuk melanggar Iran.
Seperti dilaporkan IRNA Senin (8/7), Mayjen Abdolrahim Mousavi seraya menjelaskan bahwa Republik Islam Iran seperti yang dijelaskan sebelumnya, tidak pernah menghendaki perang dengan negara manapun menambahkan, Iran tidak pernah menjadi pelopor perang, namun sangat sensitif dengan pertahanan diri.
Seraya menekankan bahwa permusuhan Amerika terhadap Iran sudah ada sejak lama, Mousavi mengungkapkan, musuh senantiasa berusaha merusak Iran, oleh karena itu pengokohan resistensi rakyat untuk melawan ketamakan musuh memiliki nilai strategis tinggi.
Panglima militer Iran juga mengisyaratkan kekuatan defensif Iran terhadap ancaman musuh mengatakan, dari sisi perangkat keras, peralatan lama dimodernisasi dan diproduksi peralatan baru dan canggih darat, laut dan udara serta digunakan.
Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei pada 31 Agustus 2016 dihadapan menteri, pejabat, ilmuwan dan teknisi Kementerian Pertahanan menyebut peningkatan kemampuan pertahanan dan ofensif sebagai hak legal Republik Islam.
"DI dunia yang dikuasai kekuatan arogan, dominan dan memiliki moral serta kemanusiaan yang rendah, serta tidak segan-segan melakukan pembantaian terhadap warga tak berdosa, pengembangan industri defensif dan ofensif sepenuhnya normal, karena kekuatan ini selama tidak merasakan kekuatan Iran, maka keamanan tidak akan terjamin," papar Rahbar.