(ABNA24.com) Berbagai sumber Barat melaporkan sebuah kapal tanker raksasa perusahaan British Petroleum (BP) menolak memasuki Selat Hormuz dan memilih untuk merapat di pelabuhan Arab Saudi.
Bloomberg Senin sore (8/7) mengutip sumber-sumber Inggris melaporkan, kapal tanker ini memilih berlabuh di Teluk Persia karena takut ditangkap Iran dan mereka juga menolak mendekati Selat Hormuz.
Marinir Inggris pekan lalu dalam sebuah aksi yang melanggar hukum internasional dan selaras dengan kepentingan AS, menyita sebuah kapal tangker yang mengangkut minyak Iran di Selat Gibraltar.
Kapal tangker milik perusahaan BP ini bernama British Heritage dan mampu mengangkut lebih dari satu juta barel minyak.
Kapal tanker ini tengah berlayar ke arah pelabuhan Basra di Irak dan sejak kemarih secara mendadak mengubah arah pelayarannya dan merapat di pelabuhan Arab Saudi.
Bloomberg menyatakan bahwa BP khawatir kapal tankernya tersebut akan dicegat Iran karena penyitaan kapal tanker Iran di Selat Gibraltar oleh marinir Inggris.
Marinir Inggris Kamis (4/7) dalam sebuah langkah ilegal dan atas permintaan Amerika menyita kapal tanker yang membawa minyak Iran di Selat Gibraltar. Menyusul aksi perompakan Inggris tersebut, Dephan Iran menyatakan akan membalas aksi ilegal tersebut.
/129
10 Juli 2019 - 06:26
Kode berita: 959564
Berbagai sumber Barat melaporkan sebuah kapal tanker raksasa perusahaan British Petroleum (BP) menolak memasuki Selat Hormuz dan memilih untuk merapat di pelabuhan Arab Saudi.