20 Oktober 2026 - 12:31
Dari Kilang Minyak Yanbu dan Shaybah hingga Bandara Riyadh dan Abha

Seorang pakar militer dan strategi mengungkap luasnya cakupan operasi terbaru Angkatan Bersenjata Yaman, termasuk penargetan fasilitas minyak di Yanbu dan ladang minyak Shaybah, bandara Riyadh dan Abha, pangkalan militer di Khamis Mushait, serta sistem radar dan peringatan dini di wilayah pedalaman Arab Saudi.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Operasi militer terbaru pasukan Yaman menunjukkan bahwa cakupan target mereka telah meluas, mulai dari konsentrasi pasukan Saudi di wilayah perbatasan hingga fasilitas minyak, bandara, pangkalan militer, serta sistem radar dan peringatan dini di wilayah pedalaman Arab Saudi.

Serangan pasukan Yaman mencakup fasilitas minyak di Yanbu dan ladang minyak Shaybah, Bandara Riyadh yang hingga kini masih ditutup, Bandara Abha, serta posisi-posisi militer dan radar di sekitar Khamis Mushait dan Abha.

Menurut laporan Al-Masirah, Brigadir Jenderal Mujib Shamsan, pakar masalah militer dan strategi, menjelaskan karakteristik operasi tersebut serta sebaran geografis target-targetnya.

Operasi pasukan Yaman merupakan respons terhadap lebih dari 200 serangan udara Saudi, yang sebagian besar menargetkan warga sipil dan berbagai fasilitas. Konsentrasi militer Saudi di Ras al-Arah, Al-Saqiyah, dan wilayah timur Al-Jauf menjadi sasaran sebelum pasukan tersebut melaksanakan pergerakan mereka.

Yanbu merupakan salah satu jalur utama ekspor minyak Arab Saudi menuju Laut Merah, dengan volume ekspor sekitar empat hingga lima juta barel. Jarak Yanbu dari titik terdekat wilayah Yaman mencapai sekitar seribu kilometer. Meskipun demikian, serangan tersebut berhasil mencapai target.

Ladang minyak Shaybah, yang terletak di wilayah paling timur Arab Saudi dengan jarak sekitar 1.700 hingga 1.800 kilometer dari Yaman, juga menjadi sasaran. Serangan tersebut membawa pesan kepada Uni Emirat Arab bahwa rudal-rudal Yaman mampu kembali menjangkau wilayah pedalaman negara itu apabila turut berpartisipasi dalam peperangan.

Bandara Riyadh tetap ditutup selama delapan hari berturut-turut dan menjadi sasaran serangan dalam tiga tahap. Shamsan menambahkan bahwa Bandara Abha juga menjadi sasaran.

Sistem radar di Jabal al-Rahmah dan Jabal al-Hisn, serta sebuah radar di Bir Askar, timur laut Najran, turut ditargetkan untuk melemahkan kemampuan Arab Saudi dalam memantau wilayah udara dan melacak sasaran. Pangkalan Khamis Mushait dan Kamp Militer Al-Wajib juga menjadi sasaran.

Ia menambahkan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman tidak lagi hanya mengandalkan serangan tembakan, melainkan telah memulai serangan balasan menggunakan puluhan rudal dan pesawat tanpa awak. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan adanya persediaan persenjataan strategis.

Shamsan menegaskan bahwa Amerika Serikat, Inggris, dan Yunani tidak mampu melindungi fasilitas-fasilitas Arab Saudi.

Ia juga menyinggung serangan berulang kali terhadap sebuah kapal induk Amerika Serikat dan mengatakan bahwa ketidakmampuan melindungi satu kapal perang memperlihatkan betapa sulitnya memberikan perlindungan terhadap fasilitas-fasilitas Arab Saudi yang tersebar di berbagai wilayah.

Shamsan menyimpulkan bahwa banyaknya target yang diserang menunjukkan kegagalan Arab Saudi dalam mengandalkan kemampuan pertahanannya, sekaligus meningkatkan biaya yang harus ditanggung apabila agresi terhadap Yaman terus berlanjut.

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha