15 Juni 2019 - 05:10
Untuk Pertama Kalinya Israel Akui Kebocoran di Reaktor Nuklir Dimona

Pusat nuklir di Dimona, untuk pertama kalinya mengakui kebocoran bahan radioaktif selama beberapa tahun lalu di instalasi nuklir ini.

(ABNA24.com) Pusat nuklir di Dimona, untuk pertama kalinya mengakui kebocoran bahan radioaktif selama beberapa tahun lalu di instalasi nuklir ini.

Menurut laporan IRNA Rabu (12/06) mengutip laman Arab 48, informasi kebocoran radioaktif dari instalasi nuklir Dimona terbongkar setelah Freddy Tawil, salah satu pekerja rektor nuklir ini mengajukan permintaan ganti rugi setelah dirinya terkena kanker.

Berdasarkan pengumuman Radio Israel, direktur reaktor nuklir Dimona setelah gugatan ini mengakui adanya kebocoran radioaktif dari pusat nuklir ini.

Rezim Zionis Israel memulai pembangunan rahasia reaktor nuklir Dimona sejak tahun 1958 dengan bantuan Perancis dan reaktor ini memulai operasinya sejak tahun 1963.

Rata-rata reaktor nuklir akan bertahan selama 40 tahun dan dengan demikian usia produktif reaktor Dimona berakhir sejak tahun 2003 dan harus ditutup, namun rezim Zionis Israel sampai saat ini dengan berbagai alasan menolak untuk menutup reaktor nuklir Dimona.

Pusat nuklir Dimona sebelumnya juga dinilai sebagai ancaman bagi negara-negara Arab dan mekansime penimbunan sampah nuklir di gurun Negev senantiasa menuai protes.

Jika reaktor nuklir Dimona meledak, maka Palestina, Yordania, Lebanon dan sejumlah negara Arab di Teluk Persia hingga Cyprus akan terkena dampak berbahayanya.




/129