14 Agustus 2018 - 17:19
Gambar Istimewa Menyambut Idul Adha 1439 H (1)

Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif.

Menurut Kantor Berita ABNA, dengan masuknya bulan Dzulhijjah yang sepuluh hari pertamanya adalah hari-hari yang penuh dengan kemuliaan dan keberkahan, redaksi ABNA akan menampilkan gambar-gambar yang berkaitan dengan bulan haji ini untuk para pembaca.


Allah swt dalam Alquranul Karim berfirman:

إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتاً لِلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ المُشرِكين

"Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan)"

(Qs. An-Nahl: 20)

Tafsir ayat dari kitab Tafsir al-Amtsal karya Ayatullah al-Uzhma Nashir Makarim Shirazi:

  1. Awal ayat disebutkan, Ibrahim adalah ummat (إِنَّ إِبْراهِیمَ کانَأُمَّةً) yaitu Nabi Ibrahim as adalah satu ummat, satu keteladanan besar, seorang laki-laki yang membangun umat, yang dikala itu di lingkungan sosialnya tidak ada yang bertauhid ia seorang diri yang menyampaikan ajaran tauhid. 
  2. Dan selanjutnya disebutkan قانِتاً لِلَّهِ yaitu seorang hamba yang menaati Allah swt.
  3. Sementara حَنِیفاً maksudnya ia berjalan di jalan lurus menuju Allah swt yang merupakan jalan kebenaran.
  4. Dan maksud dari وَ لَمْ یَکُ مِنَ الْمُشْرِکِینَ adalah diseluruh kehidupannya, pikiran dan detakan jantungnya semuanya tersinari dengan cayaha Allah swt sehingga tidak sekalipun mempersekutukan Allah swt.