20 November 2017 - 16:27
Kelompok Ekstrimis Budha Serang Pemukiman Muslim di Srilanka

Kepolisian Srilanka melaporkan, sehari sebelumnya terjadi pertikaian antar warga di kawasan Gintuta kota Gil yang dipicu isu SARA yang secara cepat menyebar dan melibatkan warga kota-kota sekitar.

Menurut Kantor Berita ABNA, aparat keamanan Srilanka pada Senin (20/11) memberlakukan jam malam di kota Gil dibagian selatan negara tersebut setelah sebelumnya terjadi konflik sesama warga antara komunitas Budha dengan komunitas muslim. 

Kepolisian Srilanka melaporkan, sehari sebelumnya terjadi pertikaian antar warga di kawasan Gintuta kota Gil yang dipicu isu SARA yang secara cepat menyebar dan melibatkan warga kota-kota sekitar. Disebutkan kelompok Budha Sinhala lebih dulu melakukan penyerangan kepada rumah-rumah warga muslim termasuk toko-toko yang menyebabkan lebih dari 60 rumah hangus terbakar. 

Melalui jumpa pers pihak kepolisian belum mengetahui motif pelaku penyerangan dan telah menangkap 19 orang dari kedua belah pihak kelompok Budha dan Muslim untuk dimintai keterangan. 

Menteri Kehakiman Srilanka Sugala Rante Yaka mengatakan, ada pihak-pihak tertentu yang secara sengaja menebar konflik agama di kota Gil yang sebelumnya antar Muslim dan pengikut Budha hidup berdampingan secara damai. "Fakta di lapangan sangat jelas. Ada pihak yang berusaha membawa pertengkaran di jalan ke arah pertikaian antar penganut agama yang membawa dampak buruk yang lebih luas."

Disebutkan aparat keamanan telah berusaha agar dampak konflik tidak meluas dan menular ke daerah-daerah sekitar. Srilanka adalah negara dengan mayoritas penduduk Budha yang mencapai 71% dan 9% berpenduduk Muslim.