Menurut Kantor Berita ABNA, ulama marja taklid Syiah, Ayatullah al Uzhma Shafi Ghulpaghani mengucapkan rasa terimakasih dan bangganya kepada Perdana Menteri India, Narendra Damordadas Modi yang saat melakukan orasi dihadapan ratusan ribu rakyatnya menghentikan orasinya ketika mendengarkan azan berkumandang.
Melalui surat resmi yang dilayangkannya, ulama marja taklid yang bermukim di kota Qom Iran tersebut menyebut tindakan Perdana Menteri India yang menghentikan orasi pada saat azan berkumandang adalah penghormatan pada simbol-simbol Islam yang patut mendapat ucapan terimakasih dari umat Islam.
Menurutnya, tindakan penghormatan pada simbol agama lain yang dilakukan tokoh dan pemimpin negara akan memberikan efek positif pada rakyatnya untuk semakin membina toleransi antar umat beragama.
Disebutkan, Perdana Menteri India, Narendra Damordadas Modi pada saat melakukan orasi sabtu (17/9) lalu dihadapan ratusan ribu rakyatnya menghentikan orasinya ketika mendengarkan azan yang dikumandangkan dari masjid yang berada berdekatan dengan lokasi saat PM india tersebut menyampaikan orasinya.
Begitu azan terdengar, perdana menteri India yang ke-15 tersebut menghentikan orasinya sembari menurunkan mikrofon dan dengan isyarat tangan meminta pendukungnya untuk juga diam sejenak. Setelah azan berkumandang, Pemimpin Partai Baratiya Janata yang beragama Hindu tersebut melanjutkan orasinya sembari menganjurkan rakyatnya untuk menumbuhkan sikap saling menghormati antar pemeluk agama. Tindakan tersebut mendapat applaus dari ratusan ribu rakyatnya.