Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Ahmad Khatami, Senin (12/9) dalam khutbah Shalat Idul Adhad di Tehran menuturkan, karena ketidaklayakan Saudi dalam mengelola Haramain Syarifain, maka sebuah delegasi Dunia Islam harus mengambil alih pengelolaan Haramain Syarifain atau minimal pengelolaan manasik haji.
Ayatullah Khatami menjelaskan bahwa kejahatan-kejahatan yang dilakukan mufti-mufti penjual agama Saudi tidak lebih sedikit dari para penguasa negara itu.
"Mufti-mufti Takfiri yang seluruh kejahatan Takfiri dilakukan atas ajaran dan fatwa-fatwa berbahaya anti-kemanusiaan mereka, berusaha dengan justifikasi-justifikasi keliru, menutupi kejahatan-kejahatan rezim Al Saud," ujarnya.
Khatib Shalat Idul Adha di Tehran juga memprotes kebisuan negara-negara Islam terkait kejahatan-kejahatan yang terjadi tahun lalu di Mina dan menerangkan, kejahatan-kejahatan rezim Al Saud harus dibawa ke pengadilan Islam dan ditindak, pasalnya tidak ada seorangpun yang meragukan bahwa dalam tragedi Mina, penguasa Saudi bukanlah tertuduh, tapi pelaku kejahatan terdepan dan terbukti terlibat.
Ayatullah Khatami menjelaskan, lembaga-lembaga internasional dalam hal ini semestinya merasa malu.
"Setelah ribuan Muslim kehilangan nyawa dalam tragedi Mina, sama sekali tidak terdengar teriakan dari lembaga internasional untuk mereaksi tragedi tersebut," imbuhnya.
Khatib Shalat Idul Adha, Tehran juga menyinggung upaya Iran untuk mengusut tragedi Mina dan menekankan pembentukan komite pencari fakta.
"Manajemen Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar dalam masalah tragedi Mina, adalah manajemen yang patut diapresiasi dan merupakan simbol pembelaan seorang pemimpin terhadap hak-hak rakyatnya," tegas Ayatullah Khatami.
Ayatullah Khatami menandaskan, "Hari ini umat Islam berhadapan dengan musuh-musuh yang sama sekali tidak menginginkan Islam, Syiah ataupun Sunni, karenanya Sunni dan Syiah harus bersatu melawan musuh bersama.