Menurut Kantor Berita ABNA, tragedi Mina tahun 1436 H atau tahun 2015 lalu, sampai saat ini menyisakan luka mendalam bagi bangsa Iran. Ribuan jamaah haji yang berdesak-desakan saat dalam perjalanan di Mina untuk melontar jumrah dibiarkan pihak pengelola Arab Saudi kehausan dan saling tindih selama berjam-jam hingga ratusan orang diantaranya meninggal dunia.
Hari tragedi Mina saat itu, dijadikan pemerintah Republik Islam Iran sebagai hari berkabung nasional.
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al Uzhma Sayid Ali Khamanei menyebut jamaah haji yang meninggal dunia pada peristiwa tragedi Mina tersebut sebagai syuhada dan mengizinkan jenazah jamaah haji Iran yang berhasil dipulangkan dimakamkan di pemakaman khusus Syuhada. Sampai saat ini, tidak ada satupun pernyataan dari otoritas Arab Saudi yang mengaku bertanggungjawab atas peristiwa mengenaskan tersebut.