10 Agustus 2016 - 09:55

“Hari ini musuh tengah berupaya menebar berbagai subhat(kebimbangan) berkenaan dengan Islam dan wilayah(kepemimpinan) lewat ribuan media di mana dalam hal ini tugas dan kewajiban kita ialah memberikan pencerahan dan informasi kepada masyarakat”.

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah al Udzma Alawi Gorgani pada pagi (4/8) dalam pertemuan dengan anggota Dewan Konsolidasi Peringatan Dahe-e Keramat(Hari kemurahan hati selama 10 hari) yang berlangsung di kediaman beliau, dengan mengungkapkan bahwa sebagian masyarakat kita hari ini berada dalam kefakiran budaya mengatakan, “Hari ini musuh tengah berupaya menebar berbagai subhat(kebimbangan) berkenaan dengan Islam dan wilayah(kepemimpinan) lewat ribuan media di mana dalam hal ini tugas dan kewajiban kita ialah memberikan pencerahan dan informasi kepada masyarakat”.

Beliau dengan menjelaskan bahwa Allah Swt menganugerahi manusia keutamaan dari makhluk-makhluk lainnya menambahkan, “Imam Ali As mengatakan seluruh dunia adalah kejahilan, kecuali tempat yang di dalamnya terdapat ilmu dan ilmu hanya akan bernilai manakala di sertai dengan amal sedangkan amal akan di terima ketika di barengi dengan keikhlasan”.

Marja taklid ini menekankan pula perlunya memperhatikan keikhlasan dalam seluruh perbuatan serta tindakan dan mengatakan, “Jalan Syaitan untuk mengeluarkan manusia dari jalan keikhlasan begitu banyak, olehnya itu kita mesti secara terus-menerus menjaga diri(Nafs).

Beliau menekankan pula perlunya perhatian kepada kultur dan religiusitas para pemuda dan mengingatkan, “Hari ini kondisi hijab di negara ini sangat tidak pantas dan hauzah-hauzah ilmiyah, para ulama, aparat pemerintah dan masyarakat tidak boleh bersikap acu terhadap masalah ini”.

Guru besar hauzah ilmiyah ini menegaskan perlunya perhatian lebih aparat pemerintah terhadap para pemuda dan mengatakan, “Para pemuda harus mendapatkan perhatian lebih dan budaya serta religiusitas mereka mesti di perkuat”.

Ayatullah Alawi Gorgani dengan mengisyaratkan usaha musuh dalam bidang infiltrasi kebudayaan menjelaskan, “Sekarang ini musuh dengan seluruh daya dan kemampuannya memasuki ranah kebudayaan; lantaran terus-menerus mendapatkan tamparan dari Republik Islam”.

Beliau menambahkan, “Kekuatan dan wilayah(kepemimpinan) faqih bertentangan dengan pandangan dan kehendak musuh dan atas dasar ini mereka tidak kuasa menahan Islam”.

Beliau dengan menyatakan bahwa hari ini mata dunia sedang tertuju ke kota Qom mengatakan, “Pemerintah mesti memberikan perhatian lebih kepada kota pemurah Ahlul Bait As(Qom)”.

Guru besar hauzah ilmiyah ini di akhir pembicaraannya dengan memberikan apresiasi atas pelayanan dan pengabdian Dewan konsolidasi Peringatan Dahe-e Karamat mengatakan, “Pelayanan dan pengabdian dalam kerangka wilayah yang di persembahkan kepada umat manusia patut di hargai dan saya berharap dewan ini mampu mendakwahkan ajaran Ahlul Bait As lebih dari pada ini”.