Menurut Kantor Berita ABNA, Presiden Iran Hassan Rouhani menyerukan perang global melawan terorisme, dan menekankan kesiapan Republik Islam untuk bekerja sama dengan negara-negara tetangga, termasuk negara-negara Arab, dalam kampanye anti-teror.
Hal itu dikemukakan Rabu (22/4) oleh Rouhani dalam pidato di Konferensi Tinggi Tinggi Asia-Afrika (KTTAA) di Indonesia.
Rouhani memperingatkan atas tumbuhnya terorisme di sebagian besar wilayah Asia dan Afrika, dan mengatakan ekstremis menggunakan intelijen, senjata dan dukungan finansial dari sejumlah pemain regional dan internasional untuk mencapai "tujuan tidak sah mereka".
"Ini terjadi di saat pendukung mereka tidak mengetahui fakta bahwa ketidakstabilan di wilayah rentan akan semakin meningkatkan ketidakamanan di dunia dan di negara mereka sendiri," kata Rouhani.
Presiden Iran mengatakan bahwa sekarang sudah waktunya dunia mengajukan rencana aksi terhadap kekerasan dan ekstremisme, serta menekankan perlunya "pendekatan bijaksana" untuk memberantas terorisme.
Rouhani juga mengusulkan rencana Iran dalam melawan terorisme, termasuk menghormati nyawa rakyat terlepas dari isu-isu agama, ras atau etnis, mengidentifikasi dan memberantas akar agresi serta mengakhiri dukungan keuangan dan intelijen untuk teroris.
"Kita harus melawan perluasan terorisme dengan memotong [jalur] keuangan, dukungan politik dan intelijen [teroris]," kata Rouhani, mengkritik sejumlah negara tertentu yang berusaha memilah antara terorisme baik dan buruk.
Presiden Iran juga mengatakan bahwa konflik dan ketegangan yang sedang berlangsung, yang diperburuk oleh intervensi militer, telah menyebabkan bencana kemanusiaan di kawasan yang dilanda krisis, termasuk Yaman dan Suriah.
"Kami percaya bahwa perdamaian abadi bergantung pada upaya menghentikan intervensi militer dan menciptakan kondisi kondusif untuk kesepahaman dan dialog di antara semua kelompok politik," tambahnya.
Rouhani menegaskan pula bahwa negaranya akan mengerahkan potensi regional dan internasional untuk menjamin keamanan di wilayah tersebut dan berkontribusi bagi perdamaian dunia, seraya menambahkan bahwa dalam melakukannya Iran siap bekerja sama dengan negara-negara tetangga, termasuk negara-negara Arab.
Pada pidatonya, Rouhani juga menyinggung perundingan nuklir Iran, dan mengatakan, kesepakatan final atas program nuklir Tehran harus menjamin hak Republik Islam untuk menikmati teknologi nuklir sipil serta penghapusan semua sanksi ekonomi.
Presiden Iran juga mengecam sanksi terhadap Iran atas program nuklirnya, serta menyebutnya kejam dan ilegal.(IRIB)