3 Oktober 2026 - 21:56
Inovasi dalam Ushul Fikih dan Fikih

Mempertahankan tradisi keilmuan hauzah sekaligus menghadirkan inovasi dalam ushul fikih dan fikih disebut sebagai salah satu ciri ilmiah Ayatullah Sayid Mojtaba Hosseini Khamenei. Hal tersebut dinilai terlihat secara menonjol selama sekitar 16 tahun beliau mengajar dars kharij fikih dan ushul. Sejumlah muridnya bahkan menyebut beliau sebagai salah satu dari sedikit ulama dalam sejarah Syiah yang memiliki “mazhab ushul” tersendiri.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait – ABNA – Pada bagian-bagian sebelumnya tulisan ini telah membahas sejumlah aspek perjalanan ilmiah dan aktivitas Ayatullah Sayid Mojtaba Hosseini Khamenei, antara lain pelayanan kepada masyarakat kurang mampu, penguasaan terhadap isu keamanan dan militer, manajemen strategis Poros Perlawanan, serta penguasaan terhadap ilmu pengetahuan kontemporer.

Pada bagian ini, pembahasan difokuskan pada penguasaannya terhadap ilmu-ilmu hauzah, khususnya inovasi dalam fikih dan ushul fikih dengan tetap menekankan pelestarian tradisi keilmuan hauzah.

Ayatullah Sayid Mojtaba Hosseini Khamenei disebut memiliki pengalaman lebih dari 33 tahun mengajar di hauzah ilmiah Tehran dan Qom. Sekitar 15 tahun di antaranya dihabiskan untuk mengajar dars kharij fikih dan ushul, yang merupakan tingkat tertinggi dalam sistem pendidikan hauzah.

Pada tahun 1403 Hijriah Syamsiah atau 2024–2025, jumlah peserta kelasnya disebut mencapai lebih dari 1.500 orang, dan banyak di antaranya merupakan pengajar terkemuka hauzah.

Hal lain yang dinilai menarik adalah adanya puluhan pelajar perempuan hauzah yang turut mengikuti dars kharij fikih dan ushul tersebut. Sepanjang tahun-tahun pelaksanaannya, kelas itu kadang berlangsung secara langsung dan pada masa tertentu, seperti ketika pandemi Covid-19, juga diselenggarakan secara daring.

Kesaksian sejumlah murid mengenai metode ilmiah serta kemampuan Ayatullah Sayid Mojtaba Khamenei dalam fikih dan ushul menunjukkan bahwa kelas dars kharij yang ia ajarkan dipandang lebih dari sekadar kelas hauzah pada umumnya.

Salah seorang muridnya mengatakan: “Dalam ilmu ushul, beliau memiliki gaya tersendiri, bahkan dapat dikatakan memiliki sebuah mazhab. Ushul fikih yang beliau bangun berlandaskan prinsip-prinsip teologi Syiah, selaras dengan kaidah-kaidah etika, sesuai dengan pendapat-pendapat masyhur dalam fikih, sekaligus dibangun di atas fondasi-fondasi baru. Sebagian dari fondasi tersebut bahkan memiliki tingkat perkembangan yang lebih maju dibandingkan berbagai gagasan yang pernah dikemukakan dalam sejarah ushul Syiah maupun Sunni.”

Disebut Memiliki Mazhab Ushul Tersendiri

Penyusunan suatu pendekatan baru dalam ushul fikih disebut sebagai salah satu karakteristik penting dari dars kharij Ayatullah Sayid Mojtaba Khamenei. Sejumlah muridnya yang saat ini tengah menyusun materi-materi kuliah beliau untuk diterbitkan mengatakan bahwa pendekatan tersebut mempunyai karakteristik yang khas.

Mereka menjelaskan: “Berbeda dengan sebagian tokoh besar, seperti Syahid Sadr, yang meskipun memiliki inovasi penting tetap berpikir dalam kerangka besar yang telah dikenal, Ustaz Ayatullah Sayid Mojtaba Hosseini Khamenei, sebagaimana Syekh Ansari dan almarhum Na’ini, memiliki mazhab tersendiri. Karakteristik utama mazhab beliau adalah adanya koherensi yang utuh antara fondasi teologis, ushul fikih, dan fikih.”

Sebagian muridnya juga telah menerbitkan bagian-bagian dari pembahasan ushul tersebut dalam bentuk artikel ilmiah.

Salah satu contohnya adalah artikel berjudul: “Perbandingan Ushul mengenai Dauran baina al-Mahzurain dalam Pandangan Akhund Khurasani dan Ustaz Sayid Mojtaba Khamenei”

yang ditulis oleh Ehsan Bandi Dastjerdi dan diterbitkan dalam jurnal ilmiah Rawāq-e Fiqāhat, edisi ke-13, musim semi dan musim panas 1402 HS/2024.

Contoh lainnya adalah artikel: “Persoalan Kewajiban Muwafaqat Qath’iyyah terhadap Ma‘lum bil-Ijmal; Kajian terhadap Pandangan Ustaz Sayid Mojtaba Khamenei dan Kritik atas Fondasi Pandangan Lain” yang ditulis oleh Mohammad Mahdi Soleimani dan diterbitkan dalam jurnal yang sama, edisi ke-15, musim semi dan musim panas 1403 HS/2025.

Kedua artikel tersebut disebut menjelaskan sebagian dari inovasi Ayatullah Sayid Mojtaba Khamenei dalam bidang ushul fikih dan tersedia dalam bentuk teks lengkap di basis data artikel khusus Noormags.

Pada bagian-bagian berikutnya, tulisan ini akan membahas dimensi lain dari perjalanan ilmiah dan aktivitas eksekutif Ayatullah Sayid Mojtaba Khamenei.

Sumber

  • Wawancara dengan Hujjatul Islam Rafi’i, salah seorang murid Ayatullah Sayid Mojtaba Hosseini Khamenei.
  • Wawancara dengan Hujjatul Islam Reza Samadi, salah seorang murid Ayatullah Sayid Mojtaba Hosseini Khamenei.

Sayid Ali Asghar Hosseini / Kantor Berita ABNA

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha