Menurut Kantor Berita ABNA, Hujjatul Islam wa Muslimin Dr. Hasan Ruhani, Presiden Republik Islam Iran dalam lawatannnya di kota Qom Iran, mendapat sambutan meriah dari ribuan warga Qom yang menyambut kedatangannya, rabu [25/2]. Pada hari pertama kedatangannya, Presiden Ruhani menyampaikan pidato terbuka di hadapan ribuan warga Qom di pelataran Haram Sayyidah Maksumah, di jantung kota Qom.
Imam Jum’at Qom, Hujjatul Islam wa Muslimin Sa’idi dalam penyampaiannya mengawali pidato Presiden Ruhani menyatakan kegembiraannya mewakili warga Qom atas kedatangan presiden Negara tersebut di kota Qom. “Qom adalah kota Imam, kota wilayah dan pendukung fanatik revolusi. Total 6 ribu syahid yang telah dipersembahkan kota ini, sebelum dan sesudah revolusi. Warga Qom telah menjalankan kewajibannya dengan sebaik-baiknya melalui jihad dan kesyahidan.” ungkapnya.
Beliau selanjutnya menambahkan, “Qom adalah kota ilmu dengan ratusan hauzah yang tersebar dan juga merupakan kota kunjungan peziarah. Dan anda bapak Presiden termasuk putra dari hauzah Qom yang terberkahi ini. Sepanjang perjalanan pemerintahan ini, semua presiden Negara yang ada, telah mengunjungi Qom dan rumah para ulama Marja taklid untuk mendapatkan nasehat. Semua warga Qom dengan keimanan, bashirat dan kesabaran tahu akan kesulitan dan peliknya persoalan-persoalan yang dihadapi pemerintah, namun juga tetap menunggu dan berharap pemerintah mampu melewati semuanya dan mencapai tujuan yang dicita-citakan.”
Diakhir penyampaiannya, Imam Jum’at Qom tersebut berkata kepada Presiden Ruhani, “Kami berharap dan memohon kepada Allah Swt agar anda dan juga Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran dikaruniai kesehatan dan umur yang panjang.”
Sementara itu, Hujjatul Islam wa Muslimin Shalehi, Gubernur Provinsi Qom yang juga memberikan sambutan atas acara penyambutan kedatangan Presiden Ruhani menyatakan, “Presiden Ruhani adalah seseorang yang telah menghabiskan usianya dengan menuntut ilmu dan membela Isam, termasuk tujuan suci revolusi dan agenda-agenda Negara dan pemerintahan. Kita yakin, lewat pemerintahannya, masalah-masalah pelik yang dihadapi Negara bisa teratasi dengan baik. Kita tidak dapat memungkiri, dan semua mengetahuinya bahwa konflik-konflik internal terjadi di Negara ini, namun lewat pemerintahan Presiden Ruhani, Alhamdulillah kondisi masih tetap terjaga, stabil dan keamanan warga masih terjamin”
“Anda adalah juga putera dari kota ini, dan mendapatkan pendidikan agama dari Hauzah Qom, sehingga telah begitu mengenali kota ini. Bahwa warga Qom bersama dengan rakyat Iran lainnya, akan terus memberi dukungan penuh kepada pemerintah, karena kami yakin pemerintahan ditangan anda bekerja berdasarkan petunjuk Al-Qur’an dan perintah Rahbar, serta senantiasa menjalankan agenda revolusi. Sebagaimana perkataan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib, barang siapa yang bersungguh-sungguh berjuang di jalan Islam, maka Allah Swt tidak akan membiarkannya sendiri.” ungkapnya.
Selanjutnya, dalam pidatonya, di hadapan warga Qom, Selatan Tehran, Hasan Ruhani, Presiden Iran menyinggung perundingan nuklir antara Tehran dan Kelompok 5+1 (Rusia, Cina, Perancis, Inggris, Amerika Serikat ditambah Jerman).
Hujjatul Islam wa Muslimin Dr. Ruhani, menegaskan embargo yang diberlakukan atas Negara Iran adalah bentuk kezaliman dan perampasan hak rakyat Iran. Ia berkata, “Dengan logika dan argumentasi, kita akan melanjutkan negoisasi. Tapi mereka harus tahu, bahwa rakyat Iran tidak akan mundur dari langkahnya untuk pengembangan ilmunya dan akan tetap melanjutkan langkah untuk pengembangan ilmu dan kemajuan bangsa Iran.”
Ia mengatakan, berakhirnya negosiasi dan pencapaian kesepakatan harus dibarengi dengan penghapusan semua sanksi kejam dan ilegal terhadap Iran.
Menurutnya, sanksi bertentangan dengan Hak Asasi Manusia (HAM), dan bangsa Iran tidak akan pernah menerima dan tunduk pada pemaksaan dan tekanan, serta kelanjutan sanksi.
Presiden Iran lebih lanjut menuturkan, pemerintah telah mengambil langkah-langkah penting terkait dengan kebijakan luar negeri, terutama dalam hubungan dengan negara-negara tetangga, di mana kesepakatan sementara di Jenewa tentang sanksi terhadap Iran, juga termasuk dari kesuksesan ini.
Di bagian lain pidatonya, Rouhani menegaskan, Iran tidak terisolasi di dunia, dan pemerintah menyelesaikan berbagai persoalan termasuk nuklir tanpa berlebihan, dan akan melanjutkannya hingga berakhir.
Rouhani juga menyerukan dukungan rakyat dan ulama kepada agenda dan program pemerintah. Ia mengatakan, untuk melanjutkan kemajuan diperlukan persatuan dan keharmonisan yang lebih besar.
Presiden Iran bersama dengan beberapa anggota kabinetnya tiba di kota Qom pada Rabu untuk melakukan pertemuan dengan berbagai lapisan masyarakat dan para Marji Besar Taklid, dan mengunjungi sejumlah proyek serta berpartisipasi dalam pertemuan Dewan Administratif Provinsi Qom.