Menurut Kantor Berita ABNA, Stasiun televisi Alalam (8/1) melaporkan, sumber media Perancis mengungkap identitas dua polisi yang tewas dalam serangan teror ke kantor Charlie Hebdo di Paris. Satu dari kedua polisi itu adalah seorang perwira, 42 tahun bernama Ahmed Merabet.
Polisi keturunan Maroko itu tewas bersama seorang polisi Perancis lain bernama Franck Brinsolaro ketika tengah bertugas menjaga kantor majalah Charlie Hebdo. Dalam serangan teror kemarin itu, 12 orang tewas dan 11 lainnya terluka. Dari tayangan video yang berhasil direkam, Ahmed Merabet pertama ditembak para penyerang di bagian kaki, kemudian salah satu dari mereka mendatanginya dan dari dekat menembak kepalanya.
Merabet ditugasi berpatroli di sebuah wilayah di Paris termasuk kantor majalah Charlie Hebdo. Ia langsung menuju ke lokasi setelah mendengar suara tembakan, kemudian terlibat kontak senjata dengan para penyerang. Sebagian warga Paris mengaku khawatir atas dampak serangan ini terhadap hubungan antaragama di Perancis, yang merupakan negara tempat tinggal Muslim terbesar di Eropa.
Pada tahun 2006, majalah Charlie Hebdo mencetak ulang karikatur menghina Nabi Muhammad Saw yang sebelumnya diterbitkan media Denmark. Langkah itu membangkitkan kemarahan Muslimin dunia. Di tengah gelombang penentangan masyarakat internasional, Charlie Hebdo terus melanjutkan langkah kontroversialnya tersebut.
Pengadilan Perancis mencabut tuduhan menghina Islam yang dilakukan majalah itu pada tahun 2008 dan mengatakan bahwa karikatur kontroversial tersebut ditujukan kepada para teroris bukan Muslimin.
Sekalipun sumber-sumber media Barat mengklaim bahwa serangan ke kantor Charlie Hebdo ada kaitannya dengan karikatur menghina Nabi Muhammad Saw, namun beberapa jam sebelum serangan, majalah Perancis itu memuat karikatur Abu Bakr Al Baghdadi, Pemimpin kelompok teroris ISIS. (IRIB)


