Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah al-Uzhma Nuri Hamadani dalam pertemuannya dengan anggota Komite Penyiaran program siaran keagamaan dan dakwah stasiun TV Ahlul Bait As sabru pagi [3/1] di kantor pribadinya mengatakan, “Pekerjaan kalian betapa sangat mulia, penting dan insya Allah sangat bermanfaat bagi umat.”
Ulama marja taklid tersebut selanjutnya menambahkan, “Pemimpin keagamaan kita, yaitu para Maksumin As adalah pribadi-pribadi yang maksum, yang dengan itu setiap perkataan dan perbuatannya adalah hujjah bagi para pengikutnya. Yang itu mencakup dua dimensi, material dan spiritual. Dua dimensi ini dibagi lagi dalam 10 unsur yaitu: aqidah, ibadah, akhlak, masalah ekonomi, kebudayaan, kewarganegaraan, politik, masalah hukum, peradilan, dan masalah jihad atau pertahanan.”
“Pekerjaan kalian sangat luas cakupannya, ketika tema yang kalian bahas mengenai kehidupan Nabi Saw dan para Aimmah As, karena kehidupan para Maksumin As tersebut mencakup kesemua sisi yang dibutuhkan manusia dalam menjalani kehidupannya.” tambahnya lagi.
“Diantara tema penting yang harus lebih banyak mendapat perhatian dan program yang lebih dikedepankan adalah membangun semangat persatuan Islam. Sebab mempersatukan umat adalah diantara pekerjaan Nabi yang paling penting. Beliau menyatukan kaum Arab yang sebelumnya terjadi perang dan saling bantai antar kabilah. Demikian pula setiap langkah dari Ahlul Bait adalah dalam rangka mewujudkan umat yang penuh kedamaian. Imam Shadiq As diriwayatkan senantiasa memberikan bantuan kepada kaum fakir, meskipun ia bukan syiah dan pengikut Ahlul Bait As.” lanjut ulama besar Iran ini.
Ayatullah al-Uzhma Nuri Hamadni kembai melanjutkan, “Tema yang berkenaan dengan Ahlul Bait tidak ada habis-habisnya, bisa digali dari Al-Qur’an, Nahjul Balaghah dan Sahifah Sajjadiyah. Meskipun ini memiliki tema yang sangat luas dan beragam, bukan berarti mudah untuk dilakukan. Kalian harus tetap mampu menampilkan tayangan yang sebaik mungkin, dan menggunakan riwayat-riwayat dan penukilan yang paling valid dan diterima secara masyhur dikalangan ulama dan sejarahwan.”
“Pasca Revolusi Islam Iran, pihak musuh senantiasa berupaya keras untuk memadamkan semangat kebangkitan itu. Termasuk mencegahnya agar tidak menular dan mempengaruhi Negara-negara lain. Saya mendapat kabar, 30 warga Syiah Mesir, ditangkap oleh pemerintah dengan alasan, pergi ke Karbala pada saat Arbain tahun ini secara illegal.” lanjutnya.
“Inilah diantara upaya mereka, yang menunjukkan betapa mereka khawatir dengan ajaran Ahlul Bait. Wahabi dan kelompok takfiri hakikatnya adalah musuh Ahlul Bait. Mereka menggunakan semua kemampuan yang mereka punya, baik secara materi maupun fisik untuk menghentikan laju dakwah Syiah yang semakin tidak bisa terbendung belakangan ini. Mereka tidak hanya melakukan agresi secara militer namun juga perang pemikiran, dan tugas kalianlah diantaranya memberikan pemahaman dan pengenalan yang sesungguhnya kepada masyarakat luas akan konspirasi ini. Semoga yang kalian lakukan, selalu meningkat dalam keadaan yang lebih baik.” pesannya.