24 Oktober 2026 - 19:56
Pembunuhan Misterius Seorang Pemuda di Wilayah Mayoritas Syiah Daikundi; Keamanan Kaum Syiah Kembali Dipertanyakan

Sumber-sumber lokal di Provinsi Daikundi, Afghanistan, yang mayoritas penduduknya merupakan etnis Hazara dan penganut Syiah, melaporkan tewasnya Hassan Khodai, seorang pemuda berusia 21 tahun, akibat tembakan orang-orang bersenjata tak dikenal. Pemuda yang baru kembali ke kampung halamannya setelah bertahun-tahun tinggal di Iran tersebut ditembak di dekat rumahnya pada Jumat dini hari. Identitas para penyerang dan motif pembunuhan hingga kini masih belum diketahui.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Sumber-sumber lokal di Provinsi Daikundi, Afghanistan, mengumumkan bahwa Hassan Khodai, seorang pemuda berusia sekitar 21 tahun, tewas ditembak oleh orang-orang bersenjata tak dikenal pada Jumat dini hari, 23 Oktober 2026, di kawasan Kian, Distrik Khadir, Provinsi Daikundi.

Berdasarkan laporan sejumlah media yang memberitakan Afghanistan, pemuda tersebut telah kembali ke kampung halamannya setelah bertahun-tahun hidup sebagai migran di Iran. Ia memiliki sebuah toko di dekat rumahnya. Selain berdagang, Hassan juga bekerja di bidang pertanian.

Menurut sumber-sumber lokal, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.20 dini hari pada Jumat, ketika Hassan Khodai sedang berada di tokonya. Setelah terdengar suara tembakan, pemuda tersebut sempat menghubungi ibunya melalui telepon dan memberitahukan bahwa telah terjadi sesuatu.

Namun, ketika anggota keluarganya tiba di lokasi, Hassan telah mengalami luka parah akibat tembakan yang mengenai bagian bawah lehernya dan tidak lagi mampu berbicara. Hassan Khodai akhirnya meninggal dunia akibat luka-luka serius yang dideritanya. Jenazahnya kemudian dimakamkan di kawasan Kian.

Keluarga pemuda tersebut mengatakan bahwa mereka tidak memiliki permusuhan dengan individu maupun kelompok mana pun. Mereka juga tidak mengetahui kemungkinan motif di balik pembunuhan tersebut.

Sumber-sumber lokal juga menyampaikan bahwa aparat keamanan Taliban telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan. Namun, penyelidikan awal hingga saat ini belum berhasil mengidentifikasi pelaku atau pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut.

Berulangnya Kasus Pembunuhan Bersenjata di Wilayah Mayoritas Syiah

Pembunuhan pemuda tersebut terjadi di tengah kondisi Daikundi yang dikenal sebagai salah satu provinsi di Afghanistan dengan mayoritas penduduk beretnis Hazara dan bermazhab Syiah. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah laporan mengenai pembunuhan warga dan serangan bersenjata di provinsi tersebut telah dipublikasikan.

Pada bulan Khordad tahun ini, sekitar Mei–Juni 2026, Yaser Hosseini, seorang mantan anggota militer Afghanistan, juga tewas setelah menjadi sasaran penembakan oleh orang-orang bersenjata tak dikenal di Distrik Shahrestan, Provinsi Daikundi.

Sebelumnya, pada bulan Shahrivar 1403 kalender Iran, sekitar Agustus–September 2024, orang-orang bersenjata menyerang sekelompok warga yang sebagian besar merupakan etnis Hazara.

Saat itu, para korban sedang berada di jalur antara Provinsi Daikundi dan Ghor untuk menyambut para peziarah Karbala. Sedikitnya 14 orang tewas dalam serangan tersebut. Kelompok teroris ISIS kemudian mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada bukti terverifikasi yang menunjukkan adanya hubungan antara pembunuhan Hassan Khodai dan serangan-serangan sebelumnya, ataupun yang membuktikan adanya motif etnis atau agama dalam peristiwa tersebut.

Kekhawatiran terhadap Keamanan Kaum Syiah di Bawah Pemerintahan Taliban

Terus terjadinya pembunuhan bersenjata di Daikundi semakin meningkatkan kekhawatiran mengenai keamanan masyarakat di wilayah-wilayah Afghanistan yang mayoritas dihuni etnis Hazara dan penganut Syiah.

Situasi ini terjadi ketika Taliban, sejak kembali berkuasa pada Agustus 2021, berulang kali menyatakan bahwa keberhasilan menciptakan keamanan di seluruh Afghanistan merupakan salah satu pencapaian penting pemerintahannya.

Namun, di tengah klaim tersebut, terus munculnya laporan mengenai pembunuhan warga oleh orang-orang bersenjata tak dikenal serta belum terungkapnya identitas pelaku dalam sejumlah kasus telah menimbulkan pertanyaan mengenai kinerja lembaga-lembaga keamanan Taliban dalam melindungi nyawa masyarakat.

Di sisi lain, selama beberapa tahun terakhir, berbagai lembaga hak asasi manusia internasional telah memperingatkan mengenai kerentanan masyarakat Hazara dan Syiah Afghanistan terhadap serangan teroris, diskriminasi, serta ancaman keamanan lainnya.

Pembunuhan Hassan Khodai di kawasan Kian yang mayoritas penduduknya bermazhab Syiah kembali menegaskan pentingnya jaminan keamanan bagi masyarakat serta perlunya penyelidikan yang transparan dan independen terhadap berbagai kasus pembunuhan bersenjata di Daikundi.

Sementara identitas dan motif para penyerang masih belum terungkap, keluarga pemuda tersebut kini harus menghadapi kehilangan seorang anak yang sebelumnya telah kembali ke tanah kelahirannya setelah bertahun-tahun hidup sebagai migran, dengan harapan membangun kehidupan baru di Afghanistan.

Hingga saat ini, belum ada individu maupun kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan Hassan Khodai.

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha