24 Oktober 2026 - 20:13
Pertemuan Perpisahan Duta Besar Iran dengan Mufti Uganda; Tekankan Penguatan Hubungan Bilateral

Majid Saffar, Duta Besar Republik Islam Iran untuk Uganda yang telah menyelesaikan masa tugas diplomatiknya di negara tersebut, dalam pertemuan perpisahan dengan Mufti Uganda menyampaikan apresiasi atas berbagai kerja sama yang terjalin selama masa tugasnya. Ia juga menyatakan harapan agar hubungan bilateral antara kedua negara terus diperkuat.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Majid Saffar menyampaikan pernyataan tersebut pada Selasa, 20 Oktober 2026, dalam pertemuan perpisahan dengan Mufti Uganda, Dr. Syekh Shaban Ramadan Mubaje, di kantor pusat Dewan Tertinggi Muslim Uganda (UMSC) di Kampala.

Pertemuan tersebut berlangsung menjelang berakhirnya masa tugas diplomatik Saffar di negara itu.

Dalam sambutannya, Saffar menyampaikan terima kasih kepada Mufti Uganda dan masyarakat negara tersebut atas sambutan hangat serta berbagai bentuk kerja sama yang diberikan selama ia tinggal dan menjalankan tugas di Uganda.

Ia mengatakan, “Yang Mulia Mufti, saya mengucapkan terima kasih atas keramahtamahan dan kebaikan luar biasa yang telah Anda berikan kepada saya.”

Saffar juga menyinggung konflik yang sedang berlangsung di kawasan Teluk Persia dan menggambarkan serangan terhadap Iran sebagai tindakan agresi.

Ia menegaskan bahwa langkah-langkah yang diambil negaranya sebagai respons terhadap serangan tersebut dilakukan dalam kerangka pembelaan diri dan sesuai dengan hukum internasional mengenai kedaulatan serta kemerdekaan negara-negara.

Dengan menyinggung posisi Uganda sebagai Ketua Gerakan Non-Blok (Non-Aligned Movement/NAM), yang beranggotakan Iran dan Uganda, Duta Besar Iran tersebut menyatakan bahwa kedua negara dapat memanfaatkan kerja sama diplomatik yang telah terjalin sebagai landasan untuk semakin memperkuat hubungan dan memperluas kerja sama bilateral.

Iran Siap Memperluas Kerja Sama Ilmiah dan Pendidikan

Saffar selanjutnya menjelaskan berbagai peluang pengembangan kerja sama dalam bidang pertukaran budaya, ilmu pengetahuan, dan pendidikan. Ia menyatakan bahwa Iran siap bekerja sama dengan Uganda dalam pertukaran hasil penelitian, pengetahuan, keterampilan, dan keahlian ilmiah. Menurutnya, kerja sama tersebut dapat memainkan peran penting dalam perubahan sosial dan kemajuan nasional Uganda.

Aktivitas Perusahaan-Perusahaan Iran di Uganda

Saffar juga mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan Iran saat ini telah beroperasi di Uganda, sementara perusahaan-perusahaan lainnya menunjukkan ketertarikan terhadap peluang investasi di negara tersebut, khususnya di sektor pertanian.

Ia mengatakan: “Saat ini, beberapa perusahaan Iran telah menjalankan aktivitas di Uganda. Perusahaan-perusahaan lainnya juga siap menjajaki peluang investasi di berbagai bidang, seperti budidaya tanaman penghasil minyak nabati dan peternakan.

Ketersediaan lahan, kondisi iklim yang sesuai, serta berbagai sumber daya alam lainnya merupakan faktor-faktor yang menjadikan peluang tersebut menarik.” Saffar juga menegaskan kesiapan Iran untuk menerima lebih banyak mahasiswa Uganda di berbagai lembaga pendidikan tinggi Iran. Ia menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas kerja sama ilmiah dan akademik sekaligus mempererat hubungan antara kedua negara.

Sementara itu, Mufti Mubaje menyampaikan belasungkawa atas wafatnya ayahanda Duta Besar Iran beberapa waktu lalu. Ia juga memberikan apresiasi atas berbagai pengabdian yang telah dilakukan Saffar selama menjalankan tugasnya di Uganda sebagai perwakilan Republik Islam Iran dan rakyatnya.

Mufti Uganda tersebut turut menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Uganda atas keberlanjutan kerja sama bilateral dengan Iran serta penghormatannya terhadap kebebasan beragama.

Ia mengatakan:“Kami sebagai umat Islam juga berterima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan kebebasan kepada kami untuk beribadah dan menjalankan keyakinan agama kami, sebagaimana kebebasan yang diberikan kepada kelompok-kelompok agama lainnya.”

Mufti Mubaje selanjutnya memberikan penghargaan atas hubungan erat yang telah dibangun Duta Besar Iran dengan Dewan Tertinggi Muslim Uganda selama masa tugasnya.

Ia mengatakan: “Kami mendoakan kesuksesan Anda dalam menjalankan tanggung jawab yang baru. Tidak diragukan lagi, kami akan merindukan Anda.” Ia juga menyerukan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam konflik yang sedang berlangsung di kawasan Teluk Persia agar menyelesaikan perselisihan mereka melalui cara-cara damai.

Syekh Mohammad Ali Waiswa, Wakil Mufti Uganda, serta Hajjah Sofia Safina Kinyangi, Ketua Dewan Nasional Perempuan Muslim Uganda, turut menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Duta Besar Iran dan dukungan yang telah diberikannya kepada masyarakat Uganda selama masa tugasnya.

Pada akhir pertemuan, Syekh Mubaje menyerahkan sejumlah cendera mata berhiaskan lambang Dewan Tertinggi Muslim Uganda kepada Saffar sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian dan kerja samanya dengan lembaga Islam tersebut.

Sebelum meninggalkan Uganda, Saffar juga mengikuti sebuah wawancara langsung melalui Radio Bilal, yang berafiliasi dengan Dewan Tertinggi Muslim Uganda. Melalui siaran radio tersebut, ia menyampaikan salam perpisahan kepada masyarakat Uganda.

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha