Menurut Kantor Berita ABNA, Seminar Uswah, Zuhud, Jihad dan Ijtihad yang secara khusus mengkaji dan membedah karya-karya dan pemikiran Ayatullah Muhammad Mahdi Asafi, kamis [20/11] terselenggara di Aula Quds Universitas Imam Khomeini di kota Qom, Republik Islam Iran. Hujjatul Islam Muhammad Muhammadi Ghulpaghani, ketua Kantor Rahbar atau Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei dalam penyampaiannya saat membuka acara menyatakan, “Setiap permasalahan yang dihadapi manusia, memiliki solusi dalam al-Qur’an. Bagaimana dalam al-Qur’an kita membaca kisah-kisah mengenai Nabi Ibrahim, Musa, Maryam, Ismail, Idris dan lainnya, yang setiap menemui kerumitan, segera memanjatkan do’a kepada Allah Swt dan Allah Swt kemudian memberikan perintahnya yang kemudian mereka jalankan sepenuhnya. Hal ini menunjukkan keteladanan kepada kita, persoalan sepelik apapun, insya Allah ada jalan keluarnya.”
Dalam lanjutan penyampaiannya, ulama Iran ini memberi dukungan sepenuhnya atas penyelenggaraan seminar tersebut yang menunjukkan perhatian besar civitas akademika Hauzah Ilmiah terhadap keteladanan, zuhud, jihad dan ijtihad.
Hujattul Islam Muhammad Muhammadi Ghulpaghani menambahkan, “Ayatullah Ashfi pada usianya yang mencapai 77 tahun ini tetap konsisten dalam jihad, menulis, berceramah, dan memberikan keteladan yang banyak kepada umat. Beliau telah menghasilkan lebih dari 200 karya berupa kitab, dan yang paling utama dari semua itu adalah kitab Tafsir fi Rihāb al-Qur’an, yang ditulisnya dalam 10 jilid.”
“Saya yakin beliau ridha dengan penyelenggaraan seminar ini, setidaknya dengan penyelenggaraan acara semacam ini, pelajar agama Hauzah Ilmiah lebih banyak mengenal lagi akan keutamaan beliau termasuk dalam kegigihannya belajar dan berjihad di jalan ilmu, sehingga menjadi inspirasi dan keteladanan bagi kita semua. Beliau adalah kebanggaan kita semua.” Lanjutnya.
“Meskipun beliau memiliki banyak kesibukan baik di Irak maupun di Iran, dengan secara intens mengajar ilmu-ilmu Hauzah khususnya fiqh ushul namun beliau juga memiliki penguasaan yang mumpuni akan ilmu-ilmu modern.” Tambahnya lagi.
Pada bagian lain penyampaiannya, Hujjatul Islam Ghulpaghani menyinggung persoalan kekikinan umat Islam yang sedang dilanda fitnah besar dengan kehadiran ISIS di Suriah dan Irak yang menebar teror dan kekerasan. “Kemunculan ISIS, erat kaitannya dengan kepentingan AS dan Israel di Timur Tengah. Lihat saja apa yang telah dan tengah mereka lakukan di Irak dan Suriah?. Jika Ayatullah al-Uzhma Sistani tidak mengeluarkan fatwa untuk menghadapi mereka, besar kemungkinan hari ini kita tidak lagi melihat Baghdad, Najaf dan Karbala. Setelah fatwa beliau yang menyerukan pembelaan terhadap situs-situs suci Ahlul Bait, maka kita melihat keajaiban yang luar biasa, orang-orang yang mencintai Ahlul Bait menujukkan kecintaannya dengan mengerahkan seluruh tenaga dan pikirannya untuk berhadapan langsung dengan ISIS. Mereka dari kalangan pelajar, rakyat biasa, pedagang, bahkan ulama, membentuk laskar sukarelawan yang menahan laju gerak ISIS.”
Hujjatul Islam Ghulpaghani menambahkan. “ISIS dengan aqidah takfiri mereka menganggap situs-situs suci yang bersejarah di Najaf dan Karbala adalah tempat menyebarnya kesyirikan karena itu mereka berambisi untuk meratakannya dengan tanah, yang itu mereka anggap adalah jihad. Namun itu tidak akan terjadi. Imam Husain As tidak pernah sendiri, akan selalu ada orang akan yang selalu memenuhi panggilannya, siapa yang akan menolongku?.”
“Tahukah anda, mengapa ISIS itu memulai kekejian dan kebrutalannya dengan merusak makam Hujr bin ‘Adi di Suriah dan melecehkan jenasahnya? Karena hakikatnya ISIS itu adalah Khawarij, yang nenek moyang mereka dipermalukan dan dikalahkan dalam perang Nahrawan yang saat itu Hujr bin ‘Adi yang menjadi panglima perangnya.” Tambahnya.
Disebutkan seminar yang dihadiri sejumlah ulama dan mahasiswa dari berbagai universitas dan pelajar Hauzah Ilmiah tersebut terselenggara atas kerjasama, Kantor Tablighat Islami Hauzah Ilmiah Qom dengan Majma Jahani Ahlul Bait beserta Markaz Mudiriyat Hauzah Ilmiah dan Universitas Internasional al Mustafa Qom.
Ayatullah Muhammad Mahdi Ashfi menjabat sebagai Sekjen Majma Jahani Ahlul Bait dari tahun 2001-2004 dan saat ini menjadi anggota Dewan Ahli Majma Jahani. Beliau juga diamanahkan menjadi wakil Rahbar di Irak. Ratusan karya ilmiah dan peran aktifnya dalam lembaga-lembaga sosial menunjukkan bakti dan besarnya perkhidmatan beliau terhadap umat Islam.