Menurut Kantor Berita ABNA, Kelompok teroris ISIS (Negara Islam Iraq dan Sham) dilaporkan mempunyai kemampuan memakai kenderaan mewah dan memperturutkan seleran mereka makan di restoran yang pelanggannya hanya terdiri dari golongan berada.
Media Irak beberapa hari lalu menyebarkan foto-foto yang menunjukkan gaya hidup mewah sejumlah anggota teroris ISIS yang kemudian mengundang kemarahan penduduk Mosul.
Berdasarkan laporan tersebut, anggota teroris ISIS yang dikatakan sedang membentuk negara Islam tinggal di villa-villa eksklusif sehingga memancing tanda tanya dan keheranan dari penduduk setempat akan gaya hidup mereka.
Salah seorang penduduk Mosul, Salim Ahmad berkata, "Saya percaya anggota ISIS sedang mendapatkan masa kejayaannya. Setelah merebut dan menguasai Mosul mereka menikmati kehidupan mewah yang hanya dapat dinikmati oleh golongan kaya raya saja."
Tegas beliau lagi, "Tidak ada satupun rumah atau harta mewah para pejabat, hakim mahkamah, atau kepala-kepala suku yang tersisa di Mosul kecuali untuk dipergunakan oleh anggota ISIS."
Penduduk setempat juga mempertanyakan keberadaan sejumlah anggota ISIS yang mengaku sebagai warga Irak namun mereka tidak berbicara sebagaimana bahasa setempat dan memiliki tradisi dan kebugayaan yang berbeda.
Salah seorang penduduk, Yasir Mohsen menambahkan, "Apa yang dilakukan oleh anggota ISIS tidak menggambarkan gaya hidup penduduk setempat. Mereka kasar dan bengis, bahkan tidak memperlihatkan sama sekali bahwa mereka orang yang berperadaban. Kelakuan mereka tidak ubanya suku terasing padang pasir yang baru masuk kota.”
Semulah warga Mosul melaporkan kebanyakan anggota ISIS memenuhi pasar-pasar besar kota wilayah tersebut dan mereka memiliki kekayaan yang luar biasa. Disebutkan mereka memiliki kemampuan beli yang besar.
Sementara itu, seorang penulis dan analis politik Timur Tengah melaporkan terdapat perjanjian kontrak dagang minyak perusahaan Aramco Saudi dengan kelompok ISIS yang bermeterai.
Nahed Hattar berkata, "ISIS bersama al-Qaeda dan beberapa kelompok Salafi lain mempunyai perbedaan. Secara khususnya mereka adalah sebuah sekelompok teroris di Teluk Persia atau secara umumnya nya adalah Arab Saudi, yang secara umum mereka adalah agen Amerika dan Barat. Kelompok ini mendapat dukungan dari perusahaan-perisahaan minyak karena ISIS menguasai sejumlah wilayah-wilayah negara Irak."
Mengenai kebijakan luar negeri kerajaan Arab Saudi yang menentang terorisme, beliau berkata bahwa kata-kata Saudi dengan tindakannya sangat berbeda. Perusahaan minyak Aramco Saudi turut mendukung ISIS. Perusahaan tersebut, telah membuat perjanjian untuk membawa masuk minyak dari Irak dan Saudi dengan harga yang sangat murah. Selain itu negara Turki pula memainkan peranan dengan mempersenjatai dan menyediakan kebutuhan logistik secara langsung kepada ISIS.
Kekayaan alam Irak yang dibawah kekuasaan pengganas ISIS dilaporkan telah banyak diselundupkan keluar untuk dijual secara ilegal.



