Menurut Kantor Berita ABNA, Joko Widodo, calon presiden nomor urut dua dalam debat edisi ketiga, mengungkapkan bahwa ia dan pasangannya Jusuf Kalla, mendukung penuh mendukung penuh Palestina menjadi negara merdeka.
“Kami, Jokowi-JK mendukung penuh Palestina menjadi negara merdeka. Ini merupakan bagian dari politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif,” kata Jokowi, Minggu, 22 Juni 2014.
Tak hanya itu, Jokowi-JK juga akan mendukung penuh negara di Timur Tengah untuk menjadi anggota penuh Persatuan Bangsa-bangsa (PBB).
Palestina, pada tahun 2012 lalu secara resmi diberikan status ‘negara’ dan PBB juga mengesahkan Palestina sebagai negara pengamat non anggota.
Debat Capres edisi ketiga diselenggarakan di Holiday Inn, dengan tema “Politik Internasional dan Ketahanan Nasional” dengan Guru Besar UI Himahanto Juwana sebagai moderator.
Pernyataan Jokowi akan dukungannya terhadap kemerdekaan Palestina tentu hanya penegasan kembali karena selama ini pemerintah Indonesia masih menegaskan dukungan atas kemerdekaan Palestina. Namun, ini juga menjadi janji politik karena posisi Palestina di PBB saat ini masih sebatas negara pemantau nonanggota meskipun sudah diakui sebagai sebuah negara.
Dukungan penuh Jokowi kepada Palestina ternyata tidak datang tiba-tiba. Hubungan Jokowi dan Palestina ternyata sudah lama terjalin. Bahkan, pada Sabtu (21/6/2014), Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz N. Mehdawi secara khusus menyatakan dukungannya agar Jokowi terpilih menjadi presiden berikutnya.
"Saya merupakan salah satu fans Pak Jokowi. Kami sudah bekerja sama lama. paka Jokowi sudah menunjukkan dukungannya untuk palestina jauh sebelum pilpres tepatnya saat ia mengundang timnas Palestina ke Solo untuk pertandingan persahabatan," ujar Fariz dalam siaran pers yang dilaporkan Antara.
Di mata Fariz, Jokowi merupakan sosok yang tidak berbeda dengan rakyat kebanyakan. Namun, karena itulah yang disebut fariz sebagai the secret of leaders yang menjadi kelebihan Jokowi.
"Dia sama seperti saya, seperti kalian. Negeri ini dapat menghasilkan 250 juta pemimpin, bukan hanya satu. Kalian menyayanginya karena dia mirip kalian, seperti semua orang, bukan karena dia berbeda. Perbedaannya adalah dia tidak berbeda dengan orang lain," jelas Fariz.
Fariz menambahkan, rakyat Palestina sudah banyak yang mengenal Jokowi. Bahkan, rakyat Palestina di Ramallah pada Sabtu kemarin berkumpul untuk menyampaikan doa bersama bagi Jokowi.
"Kami selalu berharap dukungan dari para pemimpin bangsa ini untuk pembebasan Palestina, seperti yang ditunjukkan oleh proklamator Indonesia Bung Karno," lanjut dia.
Fariz tidak lupa mengucapkan selamat ulang tahun ke-53 kepada Jokowi. Meskipun dalam agama Islam ritual perayaan ulang tahun tidaklah lazim, menurut dia saling mendoakan merupakan hal biasa.
Sementara itu, Calon wakil presiden Jusuf Kalla mengatakan bahwa calon presiden pasangannya, Joko Widodo, serius saat menyebut ingin mendukung penuh kemerdekaan Palestina. Nantinya, setelah Palestina merdeka, ia dan Jokowi berharap Indonesia dapat membuka kedutaan besar di sana.
"Sebagai negara muslim terbesar, maka harus lebih keras lagi untuk membantu penyelesaian. Begitu selesai, kita akan buka kedutaan di Ramallah, bikin kedutaan di Palestina," kata JK, sapaannya, dalam kegiatan kampanye di Pandeglang, Banten, Senin (23/6/2014).
JK mengatakan, Palestina adalah negara yang wajib dibantu karena sudah mengalami konflik berkepanjangan berskala internasional. Selama ini, dia mengaku sudah menaruh banyak perhatian kepada Palestina. Sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia, misalnya, JK sudah menggunakan organisasinya untuk membantu warga di sana. "Antara lain untuk menjaga dan melindungi tenaga kerja kita di Timur Tengah," ujarnya.
Dia berharap nantinya bantuan tersebut bisa diperbesar jika Joko Widodo dan dia terpilih sebagai presiden dan wakil presiden. Meskipun demikian, pernyataan Jokowi tersebut mendapat tanggapan sinis dari Sekretaris Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Fadli Zon, menyebut pernyataan Jokowi itu sebagai sebuah trik untuk menutupi ketidaktahuannya soal politik luar negeri Indonesia.
Begitupun sikap yang ditunjukkan oleh Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta. Menurut Anis, membantu kemerdekaan masyarakat di Palestina sudah menjadi kewajiban bagi capres yang akan lolos pada Pilpres 2014 nanti. Pasalnya, menurut Anis hal tersebut sudah diatur dalam konstitusi negara Indonesia.
"Membantu kemerdekaan Palestina itu adalah tugas konstitusi kita, bagi siapa yang memimpin pemerintahan," tutur Anis usai debat capres di Jakarta, Minggu (22/6). Oleh karena itu, menurut Anis tidak terlalu penting dalam debat capres, jika Jokowi membahas seputar kemerdekaan di negara lain, seperti Palestina. "Tidak (terlalu penting), jadi itu bukan suatu yang spesifik. Itu sudah ada dalam konstitusi kita," tukasnya.