Menurut Kantor Berita ABNA, seiring dengan lafadz dua kalimat syahadat yang diucapkannya, Kin Ichi Tani, mahasiswa doctoral yang sebentar lagi meraih gelar PhD jurusan antropologi secara resmi memeluk agama Islam, dan menetapkan mazhab Syiah untuknya dalam menjalankan Islam. Hal tersebut diucapkannya di Pusat Kebudayaan Iran, di Tokyo Jepang awal Mei silam.
Setelah memeluk Islam, mahasiswa Jepang tersebut memilih Hadi untuk nama barunya, terinspirasi dari nama imam kesepuluh Syiah. Kin Ichi Tani menyatakan sangat bahagia dengan keputusannya tersebut.
“Sudah sekian lama saya memendam keinginan untuk memproklamirkan keislaman saya dengan mengucapkan dua kalimat syahadat, namun kali ini saya begitu mantap untuk melakukannya, dan saya berharap semoga bisa menjadi seorang muslim yang baik.” Ungkapnya.
Ilmuan Jepang tersebut menambahkan, “Saya belajar tentang Islam sejak masih di sekolah tinggi. Itupun tidak sekedar mempelajari secara literal dan teksbook. Saya juga bahkan sampai menjambangi beberapa negara muslim seperti Iran, Mesir, Suria dan Lebanon, dan berinteraksi dengan orang Islam yang saya temui. Dari situlah saya semakin tertarik untuk mengenal agama yang mereka anut dan mazhab yang mereka jalankan.”
Kin Ichi Tani yang kini bernama Muhammad Hadi menyatakan keinginannya untuk mengkaji budaya bangsa Iran sebagaimana spesialisasinya dalam kajian antropologi dan kebudayaan manusia.