16 Februari 2014 - 20:30
Pola Pikir Takfiri, adalah Pola Pikir Syaitaniyah

“Mereka adalah firqah yang sesat, menganggap umat Syiah yang juga muslim sebagai golongan kafir sementara kita umat muslim Syiah meyakini bahwa imam Maksum as adalah pembimbing manusia untuk lebih mengenal Allah SWT. Kelompok takfiri dengan segala upaya kerasnya lebih mengkonsentrasikan kerja-kerjanya untuk menghancurkan Syiah dibanding menghadapi Zionis dan AS yang secara jelas merupakan musuh umat Islam.”

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah al Uzhma Alawi Ghurghani dalam pertemuannya dengan pejabat kementrian Pertahanan Negara di Qom Republik Islam Iran Senin [17/2] menyatakan, “Pola pikir kelompok takfiri adalah pola pikir syaitani yang hanya menawarkan bencana dan kerusakan bagi umat manusia.”

“Mereka adalah firqah yang sesat, menganggap umat Syiah yang juga muslim sebagai golongan kafir sementara kita umat muslim Syiah meyakini bahwa imam Maksum as adalah pembimbing manusia untuk lebih mengenal Allah SWT. Kelompok takfiri dengan segala upaya kerasnya lebih mengkonsentrasikan kerja-kerjanya untuk menghancurkan Syiah dibanding menghadapi Zionis dan AS yang secara jelas merupakan musuh umat Islam.” Tambahnya lagi.

Ulama marja taklid Syiah tersebut lebih lanjut menambahkan, “Perjuangan dan jihad di jalan Allah SWT bukan hanya dengan pedang dan pertempuran, namun juga memberikan ketaatan dan kepatuhan kepada ulama-ulama marja taklid dan ulama-ulama Rabbani adalah juga merupakan salah satu bentuk jihad. Dan rakyat Iran pada tanggal 22 Bahman yang memenuhi jalan-jalan dan pusat kota telah menunjukkan kepada dunia akan imannya yang kuat kepada Allah SWT dan Ahlul Bait as. Mereka telah memenuhi seruan dan panggilan ulama-ulama marja taklid mereka dan hal tersebut adalah bentuk jihad di jalan Allah SWT. Kedekatan ummat dengan ulamanya akan melahirkan kebencian dalam hati musuh-musuh Islam.”

Ayatullah Alawi Ghurghani lebih lanjut mengatakan, “Allah SWT senantiasa mengajak kita pada kebaikan, kebahagiaan dan kesuksesan, dan kesemua itu bisa kita raih, namun dengan syarat, kita umat manusia menjawab ajakan Allah SWT tersebut dan memenuhi panggilannya dengan memberikan ketaatan. Kepada ajakan kebenaran kita lantangkan slogan Labbaik.”

“Patut ditegaskan, dalam mengajak pada kebaikan dan kebenaran, harus menghindari kebohongan dan cara-cara yang tidak layak. Allah SWT Maha Kaya dan merupakan Zat yang tidak membutuhkan. Allah SWT tidak butuh keimanan manusia, namun manusia itu sendirilah yang membutuhkannya demi keselamatannya sendiri. Karenanya dalam mengajak manusia pada kebaikan, utamakanlah dengan cara-cara yang layak dan sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad Saw dan keluarganya.” Tegasnya.

Ulama besar yang merupakan salah satu guru besar di Hauzah Ilmiah Qom Iran tersebut dengan merujuk pada ayat Al-Qur’an lebih lanjut mengatakan, “Allah SWT berfirman kepada Nabi Muhammad Saw melalui al Qur’an bahwa jika manusia memenuhi ketiga hal yang berkenaan dengan Allah SWT maka Allah akan menurunkan RahmatNya untuknya dan akan memasukkannya kedalam surga. Yang pertama adalah ketakwaan kepada Allah SWT. Ketakwaan adalah sikap melaksanakan kewajiban dan menjauhi segala yang dilarang, yang jika itu dipatuhi dan dilaksanakan, maka Allah akan memberikan keberkahan pada hidupnya.”

“Yang kedua dan ketiga adalah jihad di jalan Allah SWT serta kesungguhan dan kesetiaan dalam meniti jalan kebenaran.” Tambahnya lagi.