Menurut Kantor Berita ABNA, dengan turunnya salju pertama yang menandai masuknya musim dingin dipenghujung akhir tahun 2013 tidak lagi menjadi sesuatu yang menggembirakan dan menyenangkan bagi anak-anak Suriah. Pada tahun-tahun sebelumnya begitu salju turun anak-anak dengan sangat gembira menyambutnya dengan keluar dari rumah dan bermain di taman-taman dan tempat-tempat terbuka. Keceriaan anak-anak itu tidak lagi terlihat tahun ini. Perang, pembunuhan dan penghancuran bangunan-bangunan telah merenggut keceriaan dan kegembiraan anak-anak dari wajah mereka. Homs adalah salah satu kota yang hancur di Suriah. Kota yang dulunya indah dan ramai berubah menjadi kota yang tidak layak tinggal karena perang.
Situs berita Suriah, DAM Press menampilkan foto suasana kota Homs yang diselimuti salju pertama di musim dingin tahun ini yang dalam keadaan sunyi senyap. Yang tampak sisa-sisa bangunan dan taman kota yang hancur lebur. Sehingga kota itu bukan lagi menjadi tempat bermain yang menyenangkan bagi anak-anak Suriah. DAM Press menulis yang ditujukan kepada pemerintah Turki, Qatar dan Arab Saudi:
“Perhatikanlah, apa bencana yang telah kalian timpakan bagi anak-anak Suriah?. Sewaktu salju turun yang membawa keberkahan Ilahi dari langit, tidak ada satupun anak-anak yang bermain di jalan untuk menyambutnya dengan penuh kegembiraan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Wahai penduduk dunia, saksikanlah, apa yang telah dilakukan Turki, Qatar dan Arab Saudi atas kota yang indah kami. Meskipun salju turun tidak membuat satupun dari mereka yang bergembira dan bermain bersama.”
Arab Saudi, Qatar dan Turki adalah pihak yang paling bertanggungjawab atas konflik yang terjadi di Suriah, atas dukungan dan bantuan dana dari tiga Negara tetangga tersebut, kelompok teroris memicu perang dan membawa kehancuran bagi rakyat Suriah di Negara bersejarah tersebut.