3 Desember 2013 - 20:30
Gencar Menyerukan Persatuan, Ulama Syiah Pakistan Ditembak Mati

“Kesyahidan Allamah Deedar Ali Jalbani adalah persembahan terakhir beliau demi perdamaian dan persatuan kaum muslimin di negeri ini.”

 

Menurut Kantor Berita ABNA, seorang ulama Syiah kharismatik Pakistan, Allamah Deedar Ali Jalbani terbunuh dalam aksi penembakan yang dilakukan teroris anti Syiah di selatan Kharaci Pakistan hari rabu pagi 4 Desember 2013. Syahid bersama beliau pengawal pribadinya yang sedang bersamanya.

 

Menurut laporan pihak kepolisian setempat, insiden penembakan terjadi di NED Universitas, saat beberapa laki-laki yang tidak dikenali melepaskan tembakan ke arah mobil yang dikendarai ulama Pakistan tersebut bersama pengawal pribadinya. Allamah Deedar yang juga pernah menjabat sebagai Sekjen Majelis Wahdat Muslimin Pakistan beserta pengawalnya meninggal dunia akibat terkena tembakan tersebut, meskipun sebelumnya dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun karena parahnya luka yang keduanya alami, tim medis tidak mampu menyelamatkan nyawa keduanya.  

 

Beberapa saksi yang berada dilokasi kejadian menyebut, pelaku penembakan segera melarikan diri setelah melakukan aksinya, sebelum pihak kepolisian tiba di lokasi kejadian. Sampai saat ini, belum ada pihak yang mengaku bertanggungjawab atas peristiwa tersebut.

 

Atas peristiwa duka tersebut, warga muslim Syiah Karachi segera melakukan aksi unjuk rasa memenuhi jalan-jalan besar di kota tersebut. Mereka mengutuk dan mengecam keras aksi pembunuhan tersebut. Mereka juga menyalahkan pemerintah dan pihak kepolisian yang belum juga mampu berbuat banyak untuk mencegah terjadinya aksi-aksi teroris dan pembunuhan terhadap warga muslim Syiah.

 

Allamah Raja Nasher Abbas Ja’fari, sekjen Majelis Wahdat Muslimin selain mengutuk keras pelaku pembunuhan tersebut juga menyerukan untuk melakukan aksi unjuk rasa selama tiga hari berturut-turut. “Kesyahidan Allamah Deedar Ali Jalbani adalah persembahan terakhir beliau demi perdamaian dan persatuan kaum muslimin di negeri ini.” Ungkapnya.

 

“Saya mengenal ulama besar ini secara pribadi sebagai orang yang telah menghabiskan usianya dalam pengabdian dan perkhidmatan kepada kaum muslimin tanpa mengenal mazhabnya. Beliau sampai akhir hayatnya gencar menyerukan persatuan umat Islam. Beliau dibunuh oleh pihak yang tidak ingin melihat umat ini bersatu dan maju.” Tambahnya lagi.

 

Allamah Raja Nasher turut mengeluarkan ultimatum yang ditujukannya kepada Pemerintah dan Kepolisian Pakistan untuk menangkap pelaku pembunuhan dalam 24 jam. Dan jika tidak berhasil maka Ormas yang dipimpinnya akan bergerak sendiri dan akan memberikan opsi tidak percaya kepada pemerintah dan kepolisian dalam menjamin keamanan warganya.  

 

Aksi kekerasan dan pembunuhan terhadap minoritas muslim Syiah di Pakistan semakin meningkat sejak beberapa tahun terakhir. Organisasi Human Rights Watch melaporkan, ratusan pengikut mazhab Syiah terbunuh dalam tahun 2012.