“Pihak musuh
berupaya sedemikian keras untuk merusak persatuan dan solidaritas antara
berbagai mazhab dalam Islam. Mereka memasukkan berbagai macam syubhat dalam
pemikiran umat Islam, sampai seolah-olah Islam bukan agama yang layak untuk
diikuti dan perlu dihindari demi mencapai kemajuan dan pembangunan.” Lanjutnya.
Dalam ucapan
yang lain, ulama Ahlusunnah Iran yang masyhur ini berkata, "Semua pengikut
Ahlusunnah menentang golongan Salafi dan Takfiri. Mereka menyebut salafi dengan
pemahaman takfirnya adalah budak musuh-musuh Islam."
Beliau turut
menjelaskan bahwa al-Qur'an turut menekankan pemerintahan Islam. "Kaum
Salafi mencoba mengasingkan umat Islam dari kitab wahyu ini dan Islam ditafsirkan
justru berkesesuaian dengan kehendak musuh." Tambahnya.
Syaikh Mamusta
Rasti menambahkan, "Salafi dan Wahabi tidak ada kaitannya dengan Islam, dan
mereka tidak mempunyai pengkhususan fikih untuk diikuti. Mereka dikenal sebagai kelompok
yang tak bermazhab. Permusuhan dan kebenciannya terhadap mazhab-mazhab yang ada
menunjukkan bukti mereka hanyalah kaki tangan musuh bahkan musuh bagi umat
Islam itu sendiri.”