1 Desember 2013 - 20:30
Ahlus Sunnah juga Menentang Salafi-Takfiri

"Salafi dan Wahabi tidak ada kaitannya dengan Islam, dan mereka tidak mempunyai pengkhususan fikih untuk diikuti. Mereka dikenal sebagai kelompok yang tak bermazhab. Permusuhan dan kebenciannya terhadap mazhab-mazhab yang ada menunjukkan bukti mereka hanyalah kaki tangan musuh bahkan musuh bagi umat Islam itu sendiri.”

Menurut Kantor Berita ABNA, Syaikh Mamusta Amin Rasti, imam shalat Jum’at Wilayah Sanandaj Republik Islam Iran, menyatakan, "Maksud utama dari persatuan Islam adalah umat Islam mampu hidup aman dan damai meskipun tetap memiliki beberapa perbedaan kecil." 

“Pihak musuh berupaya sedemikian keras untuk merusak persatuan dan solidaritas antara berbagai mazhab dalam Islam. Mereka memasukkan berbagai macam syubhat dalam pemikiran umat Islam, sampai seolah-olah Islam bukan agama yang layak untuk diikuti dan perlu dihindari demi mencapai kemajuan dan pembangunan.” Lanjutnya.

 

Dalam ucapan yang lain, ulama Ahlusunnah Iran yang masyhur ini berkata, "Semua pengikut Ahlusunnah menentang golongan Salafi dan Takfiri. Mereka menyebut salafi dengan pemahaman takfirnya adalah budak musuh-musuh Islam."

 

Beliau turut menjelaskan bahwa al-Qur'an turut menekankan pemerintahan Islam. "Kaum Salafi mencoba mengasingkan umat Islam dari kitab wahyu ini dan Islam ditafsirkan justru berkesesuaian dengan kehendak musuh." Tambahnya.

 

Syaikh Mamusta Rasti menambahkan, "Salafi dan Wahabi tidak ada kaitannya dengan Islam, dan mereka tidak mempunyai pengkhususan fikih untuk diikuti. Mereka dikenal sebagai kelompok yang tak bermazhab. Permusuhan dan kebenciannya terhadap mazhab-mazhab yang ada menunjukkan bukti mereka hanyalah kaki tangan musuh bahkan musuh bagi umat Islam itu sendiri.”