Menurut Kantor Berita ABNA, ditengah duka cita kaum muslimin khususnya para pecinta Ahlul Bait dari kalangan Syiah diseluruh dunia dalam mengenang kesyahidan Imam Husain as dan derita Ahlul Bait di padang Karbala, di Suriah justru kelompok pemberontak menorehkan luka lebih dalam dengan melakukan kekejian yang luar biasa yang kemudian dengan bangga mereka pamerkan dan publikasikan.
Kubu teroris dan pemberontak Suriah untuk menutupi rasa malu dan kekecewaannya yang terus mengalami kekalahan disetiap pertempuran dengan militer Suriah dan untuk menyemangati pendukungnya mereka membunuhi rakyat sipil Suriah yang tidak mendukung mereka. Sebagaimana yang disiarkan beberapa media sosial mengenai kepala seorang pemuda 16 tahun Suriah yang telah terpisah dari badannya dan dipamerkan oleh salah seorang anggota pemberontak. Kepala pemuda tersebut dipastikan muslim Syiah karena sedang mengenakan ikat kepala yang bertuliskan 'Ruqayyah binti al Husain', ikat kepala khas muslim Syiah yang dikenakan di hari-hari Asyura mengenang kedukaan Ahlul Bait di padang Karbala.
Tidak dapat dipungkiri, keberadaan kelompok pemberontak di Suriah justru semakin menjerumuskan negara tersebut kedalam konflik perang yang telah mengorbankan banyak jiwa penduduk sipil yang tidak berdosa, termasuk rusaknya sarana dan prasarana umum. Kelompok pemberontak tidak segan-segan merusak dan menghancurkan fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit, dan gedung-gedung pemerintahan untuk memuluskan target mereka menjatuhkan Bashar Asad sebagai presiden Suriah yang sah.