20 Juli 2013 - 07:20
Khatib Jumat Tehran Berharap Krisis Mesir Cepat Berakhir

Khatib shalat Jumat Tehran menyatakan prihatin atas kondisi saat ini di Mesir dan berlanjutnya kekerasan dan pembunuhan di negara itu.

Menurut Kantor Berita ABNA, Khatib shalat Jumat Tehran menyatakan prihatin atas kondisi saat ini di Mesir dan berlanjutnya kekerasan dan pembunuhan di negara itu.

Ayatullah Ahmad Jannati dalam khutbahnya di halaman Universitas Tehran, mengatakan salah satu alasan utama munculnya krisis di Mesir adalah kebijakan keliru yang diadopsi oleh Presiden terguling Muhammad Mursi terhadap rezim Zionis Israel.

"Pemerintahan Mursi dengan menutup pintu Rafah, telah membenarkan Perjanjian Camp David. Keputusan menjual minyak ke Israel dan membangun hubungan bersahabat dengan rezim itu, bertentang dengan tuntutan-tuntutan rakyat Mesir. Kebijakan itu memicu kemarahan rakyat dan ketidakpuasan publik Mesir," jelasnya.

Seraya menjelaskan bahwa rakyat Mesir ingin mencari kebebasan dan independensi, Ayatullah Jannati berharap masyarakat di sana dapat mencapai konsesi dengan tetap menjaga persatuan dan memperhatikan kesamaan sikap.

Ia juga berharap konflik dan pertikaian berdarah yang hanya menguntungkan Amerika Serikat dan Israel itu bisa segera diakhiri.

Di bagian lain, Ayatullah Jannati menyinggung pembunuhan seorang remaja kulit hitam oleh warga kulit putih Amerika dan putusan bebas yang dikeluarkan pengadilan terhadap pembunuh. "Klaim hak asasi manusia AS sepenuhnya dusta," tegasnya.