25 Juni 2013 - 07:23

Berkenan dengan terjadinya aksi keji yang dilakukan kelompok Salafi takfiri di Mesir terhadap warga Syiah yang merenggut nyawa Syaikh Hasan Sahatah dan empat orang lainnya, Majma Jahani Ahlul Bait merilis pernyataan sikap secara resmi yang mengecam aksi brutal tersebut.

Menurut Kantor Berita ABNA, berkenan dengan terjadinya aksi keji yang dilakukan kelompok Salafi takfiri di Mesir terhadap warga Syiah yang merenggut nyawa Syaikh Hasan Sahatah dan empat orang lainnya, Majma Jahani Ahlul Bait merilis pernyataan sikap secara resmi yang mengecam aksi brutal tersebut.

Dalam pernyataan sikapnya tersebut, Majma Jahani Ahlul Bait menuntut Presiden Mesir, Muhammad Mursi untuk bertanggungjawab, sebab pekan sebelumnya dalam konferensi ulama Islam yang dibukanya di Kairo tidak menunjukkan sikap menentang terhadap orasi-orasi yang disampaikan ulama-ulama Salafi Takfiri yang menyerukan pembunuhan terhadap warga Syiah. Dengan tuduhan Syiah telah kafir, ulama-ulama Salafi tersebut menyebut darah orang Syiah halal untuk ditumpahkan.

Teks pernyataan resmi Majma Jahani Ahlul Bait tersebut diawali dengan nukilan ayat,

وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلا أَن يُؤْمِنُوا بِاللَّـهِ العَزِيزِ الحَمِيد ـ الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْ‌ضِ وَاللَّـهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ ـ إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِ‌يق. (سورة البروج ؛ 8 ـ 10)

"Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji, Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu. Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar." (Qs. Al Buruuj: 8-10)

Dalam pernyataan sikap tersebut juga disebutkan, pembunuhan terhadap Syaikh Hasan Sahatah adalah pembunuhan yang sudah lama direncanakan. Syaikh Hasan Sahatah adalah ulama Syiah alumni Universitas al Azhar Mesir yang dua kali mendekam dalam penjara rezim Husni Mubarak dengan tuduhan penistaan agama. Setelah keluar dari penjara, ia mendapat permusuhan keras dari kelompok Salafi Takfiri karena keyakinan Syiah yang dianutnya yang disebut telah melenceng jauh dari Islam. Mendapat restu dari ulama-ulama yang mengeluarkan seruan untuk menyerang Syiah dan halal darah mereka ditumpahkan. Sejumlah massa menyerang rumah Syaikh Hasan Sahatah menyeretnya keluar dan membunuhnya beramai-ramai, ada yang menikam dan ada yang memecahkan batok kepalanya. Setelah itu mayatnya dilempar dan dibakar. Warga Salafi Takfiri yang menyaksikan bersorak kegirangan.

Meskipun aksi keji tersebut sangat menyakitkan hati para pengikut Syiah, Majma menyerukan agar muslim Syiah tidak terprovokasi untuk melakukan aksi balasan dengan tindakan yang serupa. Perpecahan Sunni-Syiah adalah propaganda musuh-musuh Islam untuk melemahkan kekuatan Islam yang belakangan ini semakian menguat dan mampu mencetuskan revolusi kebangkitan Islam di beberapa Negara.

Majma juga menyerukan pihak terkait untuk menyelidiki aksi pembunuhan tersebut dan menangkap semua pelaku dan dalang dibalik aksi keji tersebut. Selain itu Majma juga turut mengucapkan bela sungkawa dan perasaan duka yang mendalam atas terjadinya tragedi tersebut.